Transformasi Kelembagaan

Begini Cara Membangun Budaya Integritas di Beberapa Instansi

Semarang (4/12) – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2020 (HAKORDIA), Kementerian Keuangan menggelar Talkshow dengan tema “Membangun Budaya Integritas dan Tantangannya” secara daring pada 3 Desember 2020. Acara ini menghadirkan 4 narasumber yang handal dibidangnya serta diikuti ratusan peserta dari Kementerian Keuangan, termasuk dari Bea Cukai Jateng DIY.

Selaku Keynote Speech, Inspektur Bidang Investigasi Inspektorat Jenderal, M. Dody Fachrudin, menyampaikan bahwa dalam membangun budaya integritas diperlukan cara pandang yang komprehensif. Perbedaan karakter dan konteks setiap organisasi tentunya akan sangat berpengaruh pada budaya integritas didalamnya. Sedangkan dalam konteks pengendalian internal, terdapat 3 model lini, yakni lini manajemen, lini kepatuhan internal, dan lini kepatuhan audit, dimana model ini menunjukkan sinergi pengendalian internal. Namun demikian, isu budaya integritas tidak akan lepas dari perilaku masing-masing individu dan konteks masing-masing unit, baik dari sisi pengendalian tata kelola, governes organisasi serta humanisme. Dody juga berharap dengan hadirnya 4 narasumber ini dapat memberikan gambaran terkait membangun budaya integritas. 

Setyo Wibowo, Kepala Audit Internal PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), menjelaskan strategi membangun budaya Integritas di perusahaannya, bahwa dalam membangun budaya integritas telah mendasarkan pada Peraturan Menteri BUMN No. 1 Tahun 2011 dan Peraturan Menteri Keuangan no.88 Tahun 2015. Adapun upaya sosialisasi budaya integritas dilakukan dengan cara broadcast email, video – video singkat dsb. Sedangkan untuk monev telah tersedia assessment oleh BPK pada PT SMI.

Disisi lain, Bimo Adi N., Sekretaris Itjen Kementerian PUPR, menyampaikan hal yang berbeda, dimana dalam membangun budaya integritas diperlukan Pimpinan Tertingginya sebagai modelitas. Pada Kementerian PUPR telah memiliki sebuah semboyan integritas yaitu iProVe, integritas, Profesionalisme, Orientasi Misi, Visioner dan Etika Akhlakul Karimah. Dimana pada setiap momennya terus digaungkan agar berjalan dengan baik. Disisi enforcement dilakukan dengan memberikan hukuman disiplin yang tegas.

Selanjutnya, Luh Suryaniti, Inspektur Kab. Badung, juga hadir menyampaikan kiat dalam membangun budaya integritas dikotanya, yaitu dengan three line of defense yang merupakan 3 garis pertahanan meliputi komponen unit bisnis, manajemen risiko dan kepatuhan dan audit internal. Pemetaan risiko fraud dalam jajarannya telah dilakukan dengann pencanangan integrity roadshow, penanaman nilai-nilai integritas dsb. Dan terakhir, Agus Hartono, Dirketur Keuangan dan Umum LPDP menjelaskan pentingnya membangun budaya integritas. Cara menanamkan nilai-nilai integritas di instansinya seperti dengan menjadikan pimpinan sebagai role model, pelaksanaan fungsi Helpdesk atas tindakan fraud, serta penindakan penyalahgunaan dana bea siswa oleh para oknum.

Comment here