Lain-lain

Peduli Pengasuhan Anak Pegawainya, Bea Cukai Gelar Webinar Parenting

Semarang (07/12) – Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan pegawai mengenai pengasuhan anak sesuai dengan usia dan karakter, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan seminar daring bertema parenting pada Kamis, 3 Desember 2020. Acara ini disiarkan langsung melalui aplikasi video conference dan live streaming youtube dan disaksikan oleh tidak kurang dari 1000 peserta.

“Webinar ini merupakan upaya dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memberikan arahan kepada pegawai terutama yang sudah menikah agar mampu dan mengetahui pola pengasuhan anak yang sesuai dengan kondisi masa kini”, ujar Hatta Wardhana, Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Layanan Informasi. Dalam webinar ini, panitia menggandeng dua narasumber sekaligus, yaitu Irma Gustiana yang merupakan seorang psikolog dan founder dari ruang tumbuh serta Lenni Ika Kepala Bagian Umum Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan.

Irma Gustiana membahas pola asuh ideal agar muncul keseimbangan antara karir dan keluarga. Di awal Irma menyampaikan mengenai critical point tentang perkembangan anak. “Masa anak-anak adalah masa dimana terbentuknya semua kepribadian, karakter dan kecerdasan. Bahkan yang saat ini teman-teman rasakan pasti ada penguruhnya dari didikan pada masa kanak kanak yang lau,” ucap Irma. Selain berbicara mengenai perkembangan anak, Irma juga menjelaskan secara gamblang mengenai pentingnya pengasuhan anak. Ia menuturkan bahwa ada tiga jenis pengasuhan yang perlu diperhatikan, yaitu pengasuhan fisik, pengasuhan emosi dan pengasuhan sosial. Di akhir paparannya Irma berpesan sebagai orang tua atau calon orang tua merupakan role model pertama bagi anak dan pendidik utama bagi anak. Untuk itu penting untuk memberikan kasih sayang, perhatian dan memenuhi kebutuhannya.

Sementara itu Lenni Ika menyampaikan mengenai peran keluarga dan bagaimana cara mengelola waktu untuk keluarga. Selain itu lenny juga menyinggung mengenai peran perempuan dalam instansi dan keluarga, agar tercipta keseimbangan atau keharmonisan.

Comment here