Transformasi Kelembagaan

Peringati Hakordia, Kemenkeu Usung Tema “Jaga Integritas Diri, Pulihkan Negeri Kala Pandemi”

Semarang (10/12) – Inspektorat Jenderal Kemenkeu menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2020 (HAKORDIA) secara daring pada Kamis 10 Desember 2020. Acara dengan mengusung tema “Jaga Integritas Diri, Pulihkan Negeri Kala Pandemi” ini diikuti oleh ASN Kemenkeu dan masyarakat Umum baik melalui Zoom maupun Youtube link.

Inspektur Jenderal, Sumiyati, membuka kegiatan dengan menyampaikan bahwa HAKORDIA bagi Kementerian Keuangan adalah bentuk komitmen untuk menjaga bentuk integritas instansi, maka diharapkan di hari ini, menjadi momen untuk mengingatkan dan menumbuhkan kembali Nilai-nilai Integritas dalam diri kita khususnya dimasa pandemi ini. Maka dengan adanya webinar ini, diharapkan dapat memperoleh insight dalam upaya meningkatkan integritas diri serta dalam melihat kondisi ekonomi saat ini.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, selaku Keynote speaker menyampaikan bahwa dunia termasuk negara Indonesia tengah dihadapkan pada pandemi COVID19 yang telah memakan korban sebanyak 67,4 Juta jiwa manusia. Pemerintah telah menerbitan PERPU Nomor 1/2020 yang kemudian menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020 sebagai payung hukum antara lain dalam penaganan COVID 19, penyesuaian APBN 2020, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Burden Sharing dengan Bank Indonesia. 

Sebanyak Rp 695,2 Triliun telah dikucurkan pemerintah dalam Program PEN, diantaranya meliputi Rp233,7Triliun untuk Bansos, untuk insentif Kesehatan Rp97,9 Triliun, untuk insentif dukungan UMKM sebesar Rp115,82 Triliun, bantuan Insentif Usaha sebesar Rp120,6 Triliun, Pembiayaan Korporasi 61,2 Triliun dan Sektoral K/L Pemda Rp65,97 Triliun. Sedangkan disisi pengawasan telah dilakukan, pembentukan satgas pencegahan fraud PC-PEN, Sinergitas dengan APH, dan Koordinasi dengan APIP K/L/Pemda dan SPI BLU/BUMN.

Meskipun demikian, masih saja muncul kasus korupsi baru terlebih berkaitan dengan bansos Covid ini. Indonesia sendiri memiliki skor CPI (Corruption Perception Index) sebesar 40 poin dengan peringkat 85 ditahun 2019. Yang mana dapat dijelaskan bahwa 92% masyarakat beranggapan korupsi adalah masalah yang besar, 30% masyarakat Indonesia masih membayar pungli bagi pemerintah, 26% masyarakat masih menerima suap ketika pemilihan, dsb. Sri Mulyani dalam moment peringatan Hakordia ini meminta kepada jajarannya untuk ikut melaksanakan dan mengawasi program PEN dengan memegang teguh integritas dan tidak korupsi.

Peringatan kali ini juga mengundang Ignasius Jonan, Komisaris PT Unilever Indonesia, Tbk., Supomo Dirut LPDB-KUMKM dan artis cantik / public figure Tasya Kamila, untuk diskusi dan berbagi pengalaman tentang integritas.

Comment here