Transformasi Kelembagaan

Vitalnya Integritas dalam Mencegah Tindak Korupsi

Semarang (14/12) – Dalam puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2020, selain mengundang Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Bea Cukai Jateng DIY juga menghadirkan Kakanwil DJBC Jatim II, Oentarto Wibowo untuk berbagi pengalaman dan inspirasi terkait integritas. Oentarto kali ini membawakan materi tentang “Berintegritas dan Sejahtera”.

““the mind is like a parachute. It doesn’t work unless it’s open.”, karena tidak akan masuk sebuah materi ataupun masukan kepada seorang manusia apabila tidak terbuka pikiran dan hatinya”, demikian Oentarto mengawali sesinya secara daring pada Jumat, 11 Desember 2020.

Ada banyak aspek di Bea Cukai yang rentan akan tindak korupsi, seperti pelanggaran terhadap tugas dan fungsi, menerima pemberian atas fasilitas yang kita berikan, ataupun tindak korupsi tertutup dan terselubung lainnya. Maka diperlukan satu set sikap yakni kejujuran, etika bekerja positif dan bisa bekerja dengan baik, atau yang biasa kita kenal dengan integritas.

Lalu siapakah yang bertanggung jawab atas tindak korupsi? Menurut Oentarto, korupsi merupakan tanggung jawab masing-masing individu. Apabila dalam sebuah instansi juga dapat melibatkan leadership masing-masing atasan di dalamnya. “tidak akan ada seorang yang melakukan suap apabila tidak ada yang mau disuap, maka korupsi itu adalah tanggung jawab individu”, tegas Oentarto.

Maka diperlukan inovasi dalam mengatasi tindak korupsi ini, pemetaan risiko korupsi dalam instansi perlu dicanangkan dengan melibatkan seluruh elemen. Adapun inovasinya terdapat 2 cara, cara yang pelan-pelan dan cara yang radikal, mengikuti bagaimana lingkungan instansi. “Segala inovasi dibutuhkan dalam menegakkan nilai integritas, sadari diri sendiri, sadari kekuatan dan kelemahan instansi, Bea Cukai Makin Baik”, pesan Oentarto.

Comment here