Pengawasan

Informasi Merupakan Modal Kerja Unit Pengawasan

Semarang (22/12) – Dalam pengawasan kepabeanan dan cukai, informasi merupakan komponen terpenting, terlebih bagi unit Intelijen. Informasi yang tepat dapat membantu proses analisis dalam menyimpulkan situasi dan kondisi terkini. “Kita tidak mungkin melakukan pengawasan kepada seluruh stakeholders, maka diperlukan informasi yang tepat dan akurat untuk upaya targeting stakeholders”, ujar Moch. Arief Setijono, Kabid Penindakan dan Penyidikan saat membuka Program Peningkatan Keterampilan Pegawai (PPKP), pada Senin 21 Desember 2020.

PPKP yang diselenggarakan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY secara daring kali ini mengambil tema “Informasi dalam Pengawasan Bea Cukai”. Arief dalam sambutannya kembali menegaskan bahwa segala informasi untuk mengamankan langkah penerimaan negara sangat dibutuhkan.

Adapun Slamet Sukanto, Kasi Penindakan II yang menjadi narasumber menginformasikan bahwa Bea Cukai secara internal memiliki lumbung informasi yang melimpah yakni CEISA dan CITAC. Informasi pada CEISA terkumpul dari paduan input informasi internal dan eksternal. Untuk alur rekam datanya, meliputi data self assesment yang terdapat pada Manifest s.d. Custom Declaration, data atas kewenangan pemeriksaan petugas yang meliputi perbaikan data, penelitian ulang dan audit serta data atas proses keberatan banding. Informasi tersebut kemudian dapat diolah menjadi database pelanggaran untuk profiling dan targeting stakeholders.

Selain melalui CEISA dan CITAC, petugas Bea Cukai juga dapat memperoleh informasi lainnya melalui Unit Layanan Informasi dan Pengaduan seperti Humas maupun PLI, dan juga melalui Humin atau Human Intellingence yang memang disewa untuk beberapa kasus tertentu seperti penegahan BKC Ilegal, penegahan rotan ilegal dsb.

Comment here