Fasilitas

Dorong Ekspor, Bea Cukai Jateng DIY Terbitkan Izin Kawasan Berikat Pertama untuk Industri Kimia Dasar

Semarang (30/12) – Bea Cukai Kanwil Jateng DIY kembali mewujudkan komitmennya dalam mendorong ekspor melalui pemberian fasilitas fiscal. Setelah sebelumnya menerbitkan 18 izin Kawasan Berikat di 2020 kepada perusahaan yang mayoritas di industry garment dan alas kaki, kini bersama KPPBC Semarang untuk pertama kalinya memberikan izin kepada perusahaan di industry kimia dasar, yaitu kepada PT Indonesia Benxing New Material, produsen PVC Heat Stabilizer.

“Tidak seperti biasanya, kali ini Bea Cukai kedatangan perusahaan yang bergerak di bidang industry kimia. Ini merupakan hal baru bagi Bea Cukai dalam pelayanan dan pengawasan”, ujar Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Amin Tri Sobri saat paparan proses bisnis perusahaan secara daring pada Selasa, 29 Desember 2020.

“Harapannya dengan penerbitan fasilitas Kawasan Berikat ini dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya, dapat menaikkan investasi dan ekspor serta berkontribusi dalam program pemulihan ekonomi nasional khususnya di masa pandemi”, Imbuh Amin seraya menjelaskan bahwa Kawasan Berikat merupakan fasilitas fiscal antara lain berupa penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut PPN dan / atau PPnBM atas bahan baku yang diimpor, serta tidak dilakukan pemeriksaan fisik di Pelabuhan sehingga pengguna fasilitas akan memperoleh efisiensi baik dari biaya maupun waktu.

Sementara itu Direktur perusahaan, Ermansyah, menginformasikan bahwa perusahaan yang berdiri pada 21 Juli 2020 dan berlokasi di dalam Kawasan Industri Wijayakusuma, Semarang tersebut merupakan PMA dari Hongkong dan telah berinvestasi sebesar Rp46,3 Milyar. Menurut Ermansyah, perusahaannya dalam jangka pendek akan menambah nilai investasinya sebesar USD5 Juta dalam 1-2 tahun, dengan proyeksi hasil produksi sebesar 10.000 ton/tahun dengan target penjualan sebesar USD60 Juta/tahun. Adapun dalam jangka panjang akan menambah nilai investasi sebesar USD15 Juta, dengan target produksi 30.000 ton/tahun dengan target penjualan sebesar USD180 Juta/tahun. “Dengan fasilitas Kawasan Berikat ini, kami proyeksikan akan menghemat biaya produksi sebesar 12,75% atau USD8,4 Juta setiap tahunnya dan akan menyumbang devisa sebesar USD15,4 Juta setiap tahunnya”, ujar Ermansyah.

Comment here