Penerimaan

Lampaui Target, Bea Cukai Jateng DIY Setor RP43,82 Triliun Ke Kas Negara

Semarang (14/01) – Meski dalam masa pandemic, Bea Cukai Jateng DIY berhasil lampaui target penerimaan 2020. “Hingga 31 Desember 2020, kami telah berhasil melampaui target penerimaan yang dibebankan. Capaiannya sebesar Rp43,82 Triliun atau mencapai 101,64% dari target sebesar Rp43,11 Triliun”, ungkap Padmoyo Tri Wikanto, Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY pada Konpers APBN secara daring pada Rabu 13 Januari 2021.

Tri Wikanto yang menjadi salah satu narasumber dalam Konpers APBN yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Kemenkeu Jateng tersebut menguraikan bahwa capaian Rp43,82 Triliun terdiri dari penerimaan cukai Rp42,24 Triliun (101,52% dari target), penerimaan Bea Masuk sebesar Rp1,53 Triliun (104,63% dari target)  dan penerimaan Bea Keluar sebesar Rp61,8 Milyar (148,17% dari target). Penerimaan Cukai menjadi yang terbesar yaitu sebesar 96,4% dari total realisasi, dimana penerimaan Cukai Hasil Tembakau menjadi kontributor utamanya.

Kakanwil BC Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto

Dari sisi kinerja pengawasan, Tri Wikanto mengungkapkan bahwa sepanjang 2020 telah dilakukan 965 penindakan yang terdiri dari penindakan di bidang cukai sebanyak 404 kali, di bidang impor ekspor sebanyak 542 kali dan di bidang fasilitas sebanyak 19 kali. Dari keseluruhan penindakan tersebut diperkirakan nilai barangnya mencapai Rp225,22 Milyar dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp43,32 Milyar.

Adapun dalam rangka mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional, Tri Wikanto menyebutkan bahwa Bea Cukai Jateng DIY telah menerbitkan beberapa izin fasilitas kepada perusahaan, seperti 20 izin Kawasan Berikat, 1 Pusat Logistik Berikat, 2 fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan 7 fasilitas KITE IKM. Selain itu, Bea Cukai juga telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Kawasan Industri Terpadu Batang, dan Kawasan Industri Hasil Tembakau Kudus.

Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19, Bea Cukai Jateng DIY telah memberikan pembebasan Bea Masuk dan PDRI atas impor barang untuk keperluan penanganan Covid-19, dengan total nilai pembebasan sebesar Rp173 Miliar. Sementara itu Sulaimansyah, Kakanwil DJPb Jateng sekaligus sebagai Kepala Perwakilan Kemenkeu Jateng, memberikan apresiasi atas kinerja Bea Cukai. “Luar biasa kinerja Bea Cukai yang capaian penerimaan bisa di atas 100% meski di masa pandemic Covid-19. Termasuk berbagai inovasi yang mendukung berkaitan dengan impor ekspor”, ujar Sulaimansyah.

Comment here