Pengawasan

Bea Cukai Amankan Truk Muat Ratusan Juta Rokok Polos Ditutupi Buah Naga dan Salak

Semarang (9/2/21) – Kanwil Bea Cukai Jateng DIY berhasil mengamankan sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel FE 74S di Jalan Tol Semarang-Batang KM. 389, Semarang, Jawa Tengah yang mengangkut rokok polos senilai Rp734,4 Juta. Penindakan dilakukan pada hari Senin, 8 Januari 2021, pkl 04.00 WIB.

Sopir berinisial EP tidak dapat menunjukkan dokumen pengangkutan saat ditanya petugas. Sopir hanya mengaku bahwa dirinya dibayar sebesar Rp14 Juta untuk membawa muatan berisi buah naga, salak, dan paket yang tidak diketahui isinya. “Saya dibayar Rp14 Juta sesuai tarif pada umumnya untuk mengangkut barang dari Jawa Timur ke Sumatera. Saya tidak tahu isi dari paket selain buah naga dan salak”, pengakuan EP kepada petugas saat mengetahui bahwa paket yang diangkutnya ternyata berisi rokok polos.

Berdasarkan hasil pencacahan barang, diketahui bahwa EP dan kernetnya (SL) mengangkut 45 koli rokok polos atau tanpa dilekati pita cukai yang ditutupi dengan muatan buah naga dan salak. Total rokok polos yang diangkut adalah 720 ribu batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) berbagai merk, dengan nilai mencapai Rp734.4 Juta. Potensi kerugian negara yang berhasil dimankan diperkirakan mencapai Rp482,63 Juta, yang terdiri dari Nilai Cukai sebesar Rp378 juta, Pajak Rokok sebesar Rp37,8 Juta dan PPN Hasil Tembakau sebesar Rp66.83 Juta.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Moch Arif Setijo Nugroho mengungkapkan kronologis kejadiannya. “Awalnya tim memperoleh informasi intelijen terkait pergerakan truk dengan ciri tertentu dari Jawa Timur, yang diduga membawa rokok illegal ke Sumatera dan melewati Semarang. Tim P2 kemudian melakukan Patroli di sepanjang Jalan Tol Salatiga-Semarang dan  Jalan Tol Semarang-Batang. Pada tanggal 08 Januari 2021, pukul 04.00 WIB berlokasi di Jalan Tol Semarang-Batang KM. 389, Semarang, Jawa Tengah, tim berhasil menemukan truk dimaksud dan segera melakukan pengecekan”, ujarnya.

Arif menyebut bahwa pelaku peradaran rokok tanpa dilekati pita cukai ini sengaja merekayasa pengangkutannya. Modusnya adalah dengan menutupinya dengan muatan buah naga dan salak, yang dimaksudkan untuk mengelabuhi petugas. Pelaku juga mencoba memanfaatkan situasi di Semarang yang tengah banjir dan menerapkan Gerakan Jateng di rumah saja pada weekend kemarin, berharap petugas lengah dalam melakukan pengawasan.

Saat ini barang hasil penindakan beserta sopir dan kernet dibawa kantor untuk pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut. Arif mengingatkan bahwa terhadap pelaku peredaran rokok illegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dimana setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Comment here