Uncategorized

Serap Aspirasi, Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY ke Temanggung Temui Petani Tembakau

Temanggung – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diatur kembali oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 206/PMK.07/2020 mengakibatkan perlunya penyesuaian praktik di lapangan. Dalam rangka menyerap aspirasi dan permasalahan terkait perubahan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto menemui stakeholders di A F Coffee, Temanggung, Kamis, 18 Februari 2021. Acara yang dikemas dengan tajuk “Forum Diskusi Optimalisasi Pemanfaatan DBHCHT” tersebut diinisiasi oleh Bea Cukai Magelang.

Di hadapan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Pramuji, perwakilan APTI dan Pemda Temanggung, Purworejo, Magelang dan Wonosobo, Tri Wikanto menekankan pentingnya Bea Cukai mendengar aspirasi. “Bapak Ibu silahkan menyampaikan aspirasi kepada kami. Pemanfaatan DBHCHT melibatkan banyak pihak. Mulai dari Kemenkeu, Pemerintah Daerah, Kemenkes, asosiasi petani, dan sebagainya harus berkolaborasi agar dana dapat cepat dicairkan dan dialokasikan dengan tepat”, ujarnya.

“Harapannya forum diskusi ini dapat menjembatani pemda dan petani tembakau dengan Kemenkeu yang diwakili oleh Bea Cukai dalam menyalurkan aspirasi dan permasalahan sehingga dapat dicarikan solusinya”, tambah Tri Wikanto.

Berdasarkan PMK-206, pemanfaatan DBHCHT tahun ini mengalami perubahan antara lain adanya pemberian bantuan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat berupa bantuan langsung tunai kepada buruh tani tembakau dan / atau buruh pabrik rokok, bantuan pembayaran iuran jaminan perlindungan produksi tembakau bagi petani tembakau, dan/atau subsidi harga tembakau.

Program tersebut mendukung pemanfaatan DBHCHT di sektor pertanian tembakau yang sebelumnya sudah dijalankan yaitu peningkatan kualitas bahan baku untuk mendukung bidang kesejahteraan masyarakat yang meliputi kegiatan pelatihan peningkatan kualitas tembakau, penanganan panen dan pasca panen, dan dukungan sarana dan prasarana usaha tani tembakau.

kontributor: Adi

Comment here