Pengawasan

Intensfikan Penindakan, Bea Cukai Jateng DIY Telah Amankan 9 Juta Batang Rokok Ilegal

Semarang – Hingga 19 Februari 2021, Bea Cukai di lingkungan Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta telah melakukan 40 penindakan rokok ilegal. Jumlah rokok yang diamankan mencapai lebih dari 9 juta batang, dengan nilai mencapai Rp9,12 Milyar, dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp5,99 Milyar. Jika dibandingkan dengan penindakan rokok ilegal tahun sebelumnya dalam periode yang sama (y-o-y), maka jumlah batang rokok yang diamankan meningkat sebesar 92,58 %.

Bea Cukai akan lebih intensif dalam melakukan penindakan rokok ilegal di tahun 2021, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Moch. Arif Setijo Nugroho, Senin, 22 Februari 2021 di kantornya. “Koordinasi internal dalam wilayah, antar wilayah dan nasional akan semakin intensif. Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum terkait juga lebih ditingkatkan, demikian juga dengan pemda dalam rangka pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)”, tegasnya.

Arif juga menyampaikan bahwa akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang gempur rokok ilegal. “Kegiatan edukasi gempur rokok ilegal juga akan kami tingkatkan baik secara tatap muka, secara daring, maupun melalui media sosial dengan pendekatan sosio kultural”, tuturnya.

Lebih lanjut Arif menegaskan bahwa terhadap penindakan di bidang Cukai akan diproses lebih lanjut dan apabila cukup bukti akan dilakukan penyidikan sesuai peraturan yang berlaku. “Kami menegaskan bahwa terhadap industri yang melakukan pelanggaran akan dilakukan penindakan dan diberikan sanksi sesuai ketentuan berlaku, sanksi tersebut dapat berupa sanksi administrasi dan atau pidana, dan kami mengimbau kenapa masyarakat agar tidak mengonsumsi dan mengedarkan rokok ilegal, karena penindakan akan dilakukan kepada siapa saja baik itu pengedar maupun produsen”, tegasnya.

Terhadap pelaku peredaran rokok illegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dimana setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Comment here