Lain-lain

Tri Wikanto: Fasilitator dan Peserta Harus Bisa Menjawab Tantangan Metode Pembelajaran Jarak Jauh

Semarang (23/02) – Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia di awal 2020, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kemenkeu mengambil langkah cepat dengan memaksimalkan metode pelatihan secara daring. Metode pendidikan dan pelatihan mandiri melalui Kemenkeu Learning Centre (KLC) dan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) menjadi alternatif utama.

Kepala Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Padmoyo Tri Wikanto mengingatkan tantangan yang dihadapi ketika menerapkan metode pembelajaran yang baru ini. “Karena pandemi, kita tidak ada latihan dan dituntut langsung menerapkan metode (jarak jauh) ini. Oleh karena itu semua pihak harus bisa menjawab tantangan ini. Fasilitator harus bisa memastikan bagaimana seluruh materi dapat diterima dengan baik dan efektif oleh peserta”, ujar Tri Wikanto saat membuka PJJ Hanggar Kepabeanan dan Cukai TA 2021 yang diadakan Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta, Senin, 22 Februari 2021.

“Anggap PJJ ini sebagaimana diklat biasa di kelas. Kamera harus diaktifkan karena ini bukti kehadiran. Kemudian cari tempat dan suasana yang senyaman mungkin untuk belajar. Pekerjaan rutin harus diantisipasi supaya tidak mengganggu proses belajar”, pesan Tri Wikanto kepada 30 peserta PJJ  yang berasal dari berbagai kantor bea cukai di seluruh Indonesia.

PJJ Hanggar Kepabeanan dan Cukai ini diadakan selama sepuluh hari kerja.  Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan dapat memberikan pelayanan prima di hanggar Kantor Bea Cukai yang memiliki tantangan tersendiri karena sangat kompleks. Selain dituntut menguasai sistem prosedur agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan baik pengguna jasa maupun pemerintah, pegawai yang bertugas di hanggar juga dituntut untuk memberikan pelayanan seefektif dan seefisien mungkin agar mendukung proses bisnis yang ada.

Comment here