Lain-lain

Bea Cukai Jateng DIY Gelar Internalisasi Hasil SPI dan SKPJ serta SPIP dan Whisle Blowing System

Semarang (03/03) –  Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY menyelenggarakan Internalisasi Hasil Survey Persepsi Integritas dan Survey Kepuasan Pengguna Jasa serta Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan Whistle Blowing System untuk seluruh Pegawai pada Jumat, 26 Februari 2021 secara daring. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman pegawai akan permasalahan tersebut, dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan terus-menerus.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Padmoyo Tri Wikanto menyampaikan bahwa Internalisasi SPI dan SKPJ adalah salah satu alat untuk melakukan perbaikan terus menerus dan sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan publik. “Melalui internalisasi ini, semoga kita dapat meningkatkan profesionalitas sebagai pegawai Bea Cukai, sebagai sarana untuk refleksi dan mengaktualisasikan diri serta meningkatkan kepercayaan publik.”

Survei Penilaian Integritas (SPI) merupakan alat ukur yang dikembangkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dengan tujuan untuk memetakan risiko korupsi, menilai pengelolaan anggaran dan mengukur efektifitas pencegahan korupsi. Pada tahun 2020, Hasil SPI pada Kementerian Keuangan mengantongi nilai 88,96. “SPI ini ada beberapa komponen diantaranya Sistem Anti Korupsi, Pengelolaan SDM, Pengelolaan Anggaran, Transparansi dan Integritas Pegawai. Ibu Menteri juga sudah menyampaikan pesan terkait SPI ini. Korupsi adalah musuh yang sangat nyata dan bisa menghancurkan negara. Maka dari itu kita harus memahami dan melakukan berbagai upaya dalam memberantas korupsi.” Ujar Yacobus.

Sementara itu SKPJ adalah Survei yang dilaksanakan oleh Direktorat Kepatuhan Internal DJBC untuk mendapatkan informasi data primer yang langsung diambil dari pengguna layanan terhadap berbagai indikator untuk mengetahui tingkat kepuasan publik atas pelayanan DJBC. Pada Survei Kepuasan Pengguna Jasa, Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY mendapatkan target sebesar 4,13 (skala 5), meningkat dari target yang ditetapkan pada tahun 2019 sebesar 4,11. Dari survei yang dilakukan, Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY berhasil melampaui target dan memperoleh capaian sebesar 4,15 meningkat dari  capaian tahun 2019 yaitu sebesar 4,07.

Dalam paparannya, Yacobus juga menjelaskan mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Whistle blowing system. SPIP kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus untuk mencapai tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Whistle Blowing System adalah sistem yang digunakan sebagai sarana perbaikan pelayanan publik, peningkatan kepercayaan masyarakat , sebagai dasar pengambilan keputusan dan mengawal akuntabilitas pemerintah.

Comment here