Penerimaan

Tren Positif Penerimaan Bea Cukai Jateng DIY

Semarang – Hingga 28 Februari 2021, Bea Cukai Jateng DIY telah mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp7,15 Triliun, yang meliputi Bea Masuk sebesar Rp 287,5 Milyar, Bea Keluar sebesar Rp 7,36 Milyar dan Cukai sebesar Rp 6,86 Triliun. Meskipun baru 15,94% dari target APBN 2021 sebesar Rp44,48 Triliun, namun merupakan penerimaan tertinggi dalam lima tahun terakhir, dalam periode yang sama (yoy).

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusydi, dalam Dialog Kinerja Organisasi pada Rabu 10 Maret 2021, menyampaikan bahwa penerimaan secara keseluruhan menunjukkan tren bagus, tumbuh sebesar 29,45% (yoy). Ini dikontribusi oleh  penerimaan sektor cukai yaitu Cukai Hasil Tembakau yang tumbuh 36,62% (yoy) sebagai dampak pelunasan CK1 2020 sebesar Rp 6,34 Triliun.

Penerimaan Bea Masuk Februari naik 1,01% dari Januari 2021. Penerimaan ini mengalami kenaikan 5,05% (yoy) atau Rp 13,8 Milyar. Kenaikan ini dikontribusi oleh importasi komoditi sparepart, bahan produksi susu, dan tembakau. Bea Keluar justru mengalami penurunan Rp8,23 Milyar atau -57,78 (yoy). Hal ini antara lain disebabkan penurunan tarif Bea Keluar. Contohnya tarif veneer yang merupakan sumber utama penerimaan turun dari 15% menjadi 5%. Selain itu juga terdapat penurunan volume ekspor.

Penerimaan Cukai didominasi Cukai Hasil Tembakau (CHT).  Meski produksi CHT Februari turun 55,55% dari bulan sebelumnya, realisasi penerimaannya masih positif. Realisasi Cukai meningkat 30,97% (yoy), yaitu sebesar Rp1,62 triliun. Penerimaan CHT juga menjadi kontributor dominan penerimaan Bea Cukai Jateng DIY, yaitu mencapai 92,70%.  

Comment here