Transformasi Kelembagaan

Yuk, Kenali Tugas Auditor Bea dan Cukai

Semarang – Menjadi pegawai di Kementerian Keuangan khususnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai harus siap ditempatkan dimana saja. Begitu juga dengan para auditor Bea dan Cukai. Namun demikian, untuk menjadi seorang auditor diperlukan persyaratan khusus, antara lain berupa sertifikat keahlian.

“Tugas dan fungsi dari unit audit antara lain memeriksa bukan hanya data internal dari Bea Cukai, tapi kita juga bisa memeriksa data-data yang dimiliki oleh objek audit seperti pembukuan dan pencatatan perusahaan. Itu semua yang menjadi bahan analisis kita”, jelas Totok Purwanto, pejabat Pengawas Mutu Audit dalam Program Peningkatan Keterampilan Pegawai (PPKP), Selasa, 9 Maret 2021 di Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.

Sementara itu Teguh Suwito, Auditor Bea Cukai yang menjadi narasumber mengatakan bahwa seorang auditor harus memiliki sertifikat keahlian. “Sertifikat keahlian disini sebagai bentuk pemberian pengakuan atas kompetensi dan kemampuan yang dimiliki oleh pegawai Bea dan Cukai di bidang Audit Kepabeanan dan Audit Cukai”, jelasnya.

Teguh juga menjelaskan beberapa kewenangan dan kewajiban seorang auditor. “Auditor berwenang meminta data audit, meminta keterangan lisan dan tertulis, memasuki bangunan dan ruangan, dan melakukan tindakan pengamanan. Disamping itu, seoarang auditor juga wajib merahasiakan segala informasi yang diperoleh dari pihak yang diaudit”, jelasnya.

Acara dengan tema “Bangga Menjadi Auditor Bea dan Cukai” ini diselenggarakan secara daring dalam rangka peningkatan kompetensi sekaligus wujud implementasi salah satu nilai-nilai Kemenkeu, yaitu Kesempurnaan. Nilai ini mengajarkan seluruh pegawai untuk selalu melakukan upaya perbaikan terus-menerus demi kinerja yang semakin baik.

Comment here