Fasilitas

Kantongi Fasilitas Kawasan Berikat, Pabrik Lampu Dari Amerika Siap Beroperasi di Semarang

Semarang – PT CDS Asia Electronics, produsen lampu tenaga surya asal Amerika Serikat yang telah merelokasi pabriknya dari China ke Semarang, Jawa Tengah, bakal segera beroperasi setelah mengantongi izin fasilitas Kawasan Berikat. Fasilitas ini resmi didapatkan perusahaan dari Bea Cukai Jateng DIY pada Kamis, 18 Maret 2021.

Direktur PT CDS Asia Electronics , Danny Sooferian yang mengikuti proses perizinan dari Amerika secara daring, mengapresiasi pemberian fasilitas dari pemerintah Indonesia dan berharap perusahaannya dapat berkembang lebih pesat. Danny juga berterima kasih karena dalam proses perijinan, tidak mengeluarkan biaya, dan pihaknya juga tidak akan mentolerir hal tersebut.

Kepada Bea Cukai, Danny menceritakan bahwa sebelumnya dia telah melakukan survey di beberapa negara seperti Vietnam dan Filipina. Pertimbangan nilai ekonomis menjadi penilaian komprehensif yang akhirnya membuat pihaknya memilih Jawa Tengah, Indonesia sebagai tujuan relokasi. Kawasan Berikat menjadi salah satu pertimbangannya.

“The cost of containers, being ship from China to Philippines were very low (not much). However, the problem was that the exportation cost, the importation cost, was very high.   So, the duties in merchandise or components in Philippines were much too high compare to Indonesia,” ujar Danny mencontohkan.

Sementara itu Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Amin Tri Sobri berpesan agar perusahaan memenuhi seluruh ketentuan yang ada sehingga tercipta hubungan baik dan saling menguntungkan antara Pemerintah Indonesia dengan perusahaan. Perusahaan diharapkan juga dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah dan masyarakat di sekitar perusahaan.

Akan Serap 1500 Tenaga Kerja

PT CDS Asia Electronics yang berlokasi di Kawasan Taman Industri BSB, Mijen, Semarang ini akan segera beroperasi dan melakukan perekrutan karwawan. Dalam 3 tahun kedepan, perusahaan merencanakan akan merekrut 1.500 karyawan. Hal ini disampaikan Office Manager, Arief Ferdian, saat memaparkan proses bisnis perusahaan.

Arief menjelaskan bahwa perusahaan yang akan menginvestasikan US$14 juta ini mengajukan permohonan fasilitas Kawasan Berikat karena perusahaan akan memperoleh efisiensi biaya dan waktu. Arief mencontohkan bahwa dalam proses impor bahan baku tidak dilakukan pemeriksaan fisik barang di Pelabuhan. Jadi bisa langsung ke pabrik untuk proses produksi. Cash Flow juga terbantu karena tidak membayar Bea Masuk dan pajak dalam rangka impor jika hasil produksinya diekspor.

Hal tersebut dibenarkan Cahya Nugraha, Kasi Fasilitas dan Perijinan I Kanwil Bea Cukai Jateng DIY. Cahya berharap dengan efisiensi tersebut, perusahaan akan menghasilkan produk yang memiliki daya saing tinggi, sehingga industry akan berkembang, penyerapan tenaga kerja meningkat dan memberikan dampak ekonomi positif lainnya.

Comment here