Penerimaan

Tumbuh 29,64%, Penerimaan Bea Cukai Jateng DIY Tembus Rp13,44 Triliun

Semarang – Hingga 30 April 2021, Bea Cukai Jateng DIY telah berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp13,44 Triliun, yang meliputi Cukai sebesar Rp12,83 Triliun, Bea Masuk Rp594,9 Milyar, dan Bea Keluar Rp16,06 Milyar. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusyidi, dalam Dialog Kinerja Organisasi pada Senin 10 Mei 2021, menjelaskan bahwa meski baru 29,97% dari target APBN 2021 sebesar Rp44,84 Triliun, angka tersebut tumbuh 29,64% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) dan merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Nur juga memaparkan bahwa penerimaan Cukai merupakan kontributor terbesar, dimana Cukai Hasil Tembakau (CHT) menjadi sumber utamanya. Hingga April 2021, realisasi penerimaan Cukai tumbuh 30,56% (yoy) atau naik sebesar Rp3 Triliun. Hal ini disebabkan adanya kenaikan tarif rokok tahun 2021 dan pelunasan CK1 2020 yang dibayarkan di 2021.

Sektor Bea Masuk masih terus menunjukan tren positif. Penerimaan hingga April 2021 tumbuh 15,38% (yoy) atau naik sebesar Rp79,3 Milyar. Tren ini dikontribusi oleh importasi komoditi seperti raw sugar, bahan baku susu, tas, hingga part kendaraan. Sayangnya sektor Bea Keluar tidak demikian. Realisasi hingga April mengalami penurunan -36,05% (yoy) atau sebesar Rp9,06 Milyar. Selain karena lesunya eksportasi selama pandemi, juga disebabkan karena penurunan tarif Bea Keluar atas veneer yang selama ini menjadi komoditi terbesar penyumbang Bea Keluar, dari 15% menjadi 5%.

Menanggapi hal itu, Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto manaruh harapan dan mengungkapkan apresiasi pada jajarannya mengingat capaian tersebut secara keseluruhan masih dalam tren yang baik dan harus dijaga guna optimalisasi kinerja kedepannya. “Terima kasih atas capaian-capaian yang telah dicapai. Saya melihat trennya masih cukup baik, masih on the track. Patut kita jaga dan terus pertahankan. Bagaimana kedepan, disisa 2 bulan kedepan untuk menutup semester pertama ini kita lakukan beberapa hal untuk optimalisasi capaian kinerja”, pesan Padmoyo.

Comment here