Lain-lain

Bea Cukai Jateng DIY Gelar Silaturahmi Saat Lebaran Ketupat. Sudah Tahu Filosofinya?

Semarang (21/5) – Keluarga besar Bea Cukai di silayah Jateng DIY menggelar silaturahmi pada Kamis, 20 Mei 2021 secara offline dan online. Silaturahmi dalam nuansa Idul Fitri 1442 H dan bertepatan dengan perayaan Lebaran Ketupat ini bertajuk “Lebaran Ketupat Bea Cukai Jateng DIY : Menjalin Silaturahmi, Memperkuat Sinergi”. 

Ketua DKM Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Amin Tri Sobri menyampaikan bahwa acara ini merupakan moment yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antar pegawai di lingkungan Kanwil  Bea Cukai Jateng DIY. “Saya berharap dengan adanya acara ini, dapat menjadi sarana untuk silaturahmi dan saling bermaafan untuk dapat memperkuat sinergi kita,” ujar Amin.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto berdialog dengan salah satu pegawai asal Banjarmasin yang bertugas di KPPBC Tanjung Emas yang tidak mudik, yang terhubung juga dengan keluarganya di Banjarmasin. “Walaupun terpisah dengan keluarga, dukungan yang baik dari orang tua tentunya memberi dampak yang baik pula untuk pegawai bea cukai muda agar lebih giat, jujur, dan produktif dalam bekerja,” pesan Tri Wikanto.

Lebaran ketupat merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilakukan seminggu setelah hari raya Idul Fitri atau tepatnya tanggal 8 Syawal. Lebaran Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari ngaku lepat dan laku papat yang sarat akan makna dan filosofi. “Selain ngaku lepat yang berarti mengakui kesalahan, kupat merupakan kependekan dari laku papat yang berati empat tindakan. Tindakan apa saja? Yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan yang masing-masing memiliki makna untuk kehidupan manusia,” jelas Budi Santoso, Kepala KPPBC Surakarta.

Lebaran berasal dari kata lebar yang bermakna usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Luberan bermakna meluber atau melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin. Leburan maknanya adalah habis dan melebur. Maksudnya pada momen lebaran, dosa dan kesalahan kita akan melebur habis karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan. Adapun Laburan berasal dari kata labur atau kapur, merupakan zat yang biasa digunakan sebagai penjernih air maupun pemutih dinding. Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin.

Comment here