Penerimaan

Tumbuh 13,89%, Bea Cukai Jateng DIY Setor Penerimaan Negara Rp 23,51 Triliun

Semarang – Hingga 31 Juli 2021, Bea Cukai Jateng DIY telah menyetor penerimaan negara sebesar Rp 23,51 Triliun. Paparan penerimaan tersebut disampaikan dalam Dialog Kinerja Organisasi pada Selasa (10/8) yang dipimpin secara perdana oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng DIY yang baru, Muhamad Purwantoro.

Meski baru mencapai 52,42% dari target APBN Rp 44,84 Triliun, capaian penerimaan tersebut tumbuh sebesar 13,89% (yoy) atau Rp 2,87 Triliun.

Adapun dari total penerimaan sebesar Rp 23,51 Triliun tersebut, masih didominasi dari sektor cukai dengan rincian penerimaan cukai sebesar RP 22,48 Triliun, lalu bea masuk sebesar Rp 985,5 Milyar, dan bea keluar sebesar Rp 44,42 Milyar.

Meski terjadi penurunan produksi rokok -7,15% (yoy) pada jenis sigaret kretek mesin, namun dibanding 2020 penerimaan cukai secara keseluruhan mengalami pertumbuhan 13,79% (yoy) atau sebesar Rp 2,72 Triliun. Kenaikan ini dikontribusi pelunasan CK1 2020 sebesar Rp 6,34 Triliun.

Akumulasi penerimaan bea masuk yang juga terus tumbuh hingga Juli sebesar 15,35% (yoy) atau sebesar Rp 131,1 Milyar. Importasi komoditi part kendaraan, gula, hingga tas menjadi kontributor terbesar sektor bea masuk.

Bea Keluar juga mulai menunjukkan trend positif, eksportasi produk turunan CPO menjadi kontributor lonjakan penerimaan bea keluar hingga tumbuh tumbuh 34,08% (yoy) atau sebesar Rp 11,3 Milyar.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusyidi menyampaikan harapannya penerimaan tahun 2021 dapat tercapai mengingat trend dari sektor cukai, bea masuk, dan bea keluar yang secara keseluruhan mengalami pertumbuhan dibanding tahun 2020.

“Trend bea masuk kami masih optimis mengingat dari Januari selalu diatas (yoy) 2020. Bea keluar kita juga masih optimis, trend-nya juga saya lihat grafiknya masih diatas 2020. Untuk HT (hasil tembakau) memang trend masih cukup, semoga di September atau Oktober ini bisa naik”, harap Nur.

Comment here