Pengawasan

Dirjen Bea Cukai Buka Kick-off Operasi Gempur I 2021

Semarang (16/08) – Kanwil DJBC Jateng dan DIY hadir dalam kegiatan kick-off “Gempur Rokok Ilegal I Tahun 2021” oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani pada Senin, 16 Agustus 2021 secara daring. “Kerjasama antar unit di Bea Cukai sangat diperlukan karena pengawasan Barang Kena Cukai (BKC) ilagel ini merupakan tanggung jawab bersama”, tutur Askolani mengawali pertemuan.

“Berdasarkan survei rokok ilegal terjadi penurunan rokok ilegal sejak tahun 2016 hingga tahun 2020. Hal ini merupakan dampak dari kinerja di bidang pengawasan dimana kepatuhan pengusaha industri hasil tembakau meningkat dan dapat menekan peredaran rokok ilegal”, lanjutnya. Askolani menyampaikan bahwa menurunnya rokok ilegal telah berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan negara di bidang cukai, “sejak tahun 2016 hingga 2020 penerimaan cukai hasil tembakau selalu melampaui target”, ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peran tiap unit di Bea Cukai sangat berpengaruh terhadap pengawasan barang kena cukai ilegal. “Unit pelayanan melakukan mitigasi risiko, profilling pengguna jasa dan menyempurnakan ketentuan di bidang cukai. Unit kehumasan terus melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait ketentuan peraturan, bahaya BKC ilegal, dan melakukan optimalisasi publikasi. Unit kepatuhan internal melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan pengawasan, dan terakhir unit pengawasan itu sendiri yang mengumpulkan informasi, melaksanakan koordinasi internal dan eksternal, melakukan penindakan patroli dan operasi, dan audit di bidang cukai”, jelasnya.

Dalam melaksanakan kegiatan pengawasan, Askolani meminta untuk mengedepankan kegiatan yang bersifat preventif seperti menyempurnakan ketentuan di bidang cukai, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. “Kegiatan pengawasan terhadap BKC ilegal dilakukan dengan mengedepankan kegiatan preventif yang merupakan tugas di unit pelayanan dan unit kehumasan”, tuturnya.

Askolani berharap bahwa operasi gempur I ini dapat dilaksanakan secara konsisten, tetap menjaga protokol kesehatan, dan dilaksanakan secara efektif. “kombinasi ini yang harus bisa disesuaikan di lapangan. Operasi ini harus dilaksanakan secara terukur dan tidak menimbulkan dampak sosial sehingga hasilnya tidak kontra produktif”, pungkasnya.

Comment here