Fasilitas

Dorong Pemulihan Ekonomi, Bea Cukai Jateng DIY Kembali Berikan Fasilitas Kawasan Berikat

Semarang (7/9) – Bea Cukai Kanwil Jateng dan DIY dan Bea Cukai Semarang kembali berikan izin Kawasan Berikat (KB) kepada PT SAI Apparel Industries. Produsen pakaian jadi ini sebelumnya telah memperoleh fasilitas Kawasan Berikat untuk pabrik yang berlokasi di Kota Semarang. Adapun fasilitas kedua ini untuk pabrik baru yang berlokasi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Amin Tri Sobri mengatakan bahwa pemberian insentif fiskal dalam bentuk fasilitas Kawasan Berikat kepada industri berorientasi ekspor ini diberikan dalam rangka mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Fasilitas Kawasan Berikat sangat bermanfaat bagi industri. Efisiensi biaya dan waktu akan meningkatkan daya saing produk. Berkembangnya perusahaan akan membantu pemulihan ekonomi nasional. Dampak ekonomi seperti penyerapan tenaga kerja dan terciptanya simpul ekonomi baru menjadi penggerak ekonomi sektor riil”, ungkap Amin saat perizinan online pada Rabu, 1 September 2021 di katornya, Jalan Ahmad Yani no 139, Semarang.

Amin berharap agar insentif fiscal dari pemerintah diikuti dengan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku. “Penangguhan Bea Masuk, tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor, dan kemudahan prosedur mulai dari awal hingga perizinan secara online, serta tidak dipungut biaya hendaknya menjadi perhatian perusahaan agar selalu patuh terhadap peraturan”, pesannya.

Presiden Direktur PT Sai Apparel Industry, Vikash Kumar Dugar pun menyatakan komitmennya untuk selalu mentaati peraturan. “Kami betul-betul akan patuh terhadap peraturan yang berlaku. Bahan baku yang kami gunakan 80% impor dan 20% dari dalam negeri dan hasil produksinya 99,5 % diekspor. Untuk bisa survive di industri garmen kami harus memiliki akses duty free sehingga fasilitas ini sangat membantu”, ujarnya.

PT SAI Apparel Industries bergerak di industri garment yang merupakan sektor padat karya. Bahan baku impor berupa fabric akan diolah menjadi pakaian jadi berbagai jenis, seperti denim tops, bottom / plant, woman shirt / blouse, Mans shirtm Tshirt, jacket, sweater dan sport wear. Hampir seluruh hasil produksi akan diekspor ke berbagai negara.

Jumlah karyawan di pabrik sebelumnya yang mencapai 3 ribu masih belum cukup untuk memenuhi semua order yang terus meningkat. Kini dengan pabrik baru dengan luas area mencapai 9 hektar, perusahaan berencana merekrut karyawan hingga 10 ribu orang. Secara bertahap perusahaan akan menggelontorkan investasi hingga Rp500 Milyar.

Comment here