Lain-lain

Bea Cukai dan Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat Tingkatkan Sinergi Dukung Pemulihan Ekonomi

Semarang (8/9) – Industri berorientasi ekspor merupakan sektor andalan Indonesia dalam meningkatkan investasi, mendorong ekspor dan mencapai surplus Neraca Perdagangan. Fasilitas Kawasan Berikat merupakan salah satu fasilitas yang diberikan pemerintah melalui Bea dan Cukai kepada para pengusaha agar dapat meningkatkan daya saing produknya di pasar global.

Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi fokus pemerintah saat ini. Perusahaan Kawasan Berikat menjadi salah satu simpul kegiatan ekonomi untuk mendorong PEN terutama terkait penyerapan tenaga kerja dan dampak ekonomi positif lainnya. Perlu sinergi kuat dan kontruktif antara Bea Cukai dengan para pengusaha Kawasan Berikat sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

“Saya berharap komunikasi antara Bea Cukai dan APKB bisa berjalan dengan baik, dapat berlaku konstruktif, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, serta dapat mengoptimalkan penerimaan negara dalam Pemulihan Ekonomi Nasional”, ujar Purwantoro, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, saat menerima kunjungan Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB),  Selasa, 7 September 2021 di kantornya, Jl Ahmad Yani 139, Semarang.

Suharso, Wakil Ketua APKB sepakat dan mendukung upaya pemerintah dalam program PEN. “Kami sebagai penghubung antara pengusaha Kawasan Berikat dengan Bea Cukai, akan selalu memberikan support kepada seluruh pengusaha KB agar memberikan sumbangsih yang besar untuk penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi”, ujar Suharso.

Dalam periode Januari hingga saat ini, Bea Cukai Jateng DIY telah menerbitkan 10 izin fasilitas Kawasan Berikat. Mayoritas diberikan kepada industry garment dan alas kaki yang merupakan sector padat karya dan dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Total hingga saat ini sudah ada 265 perusahaan Kawasan Berikat di Jateng dan DIY yang diharapkan berkontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Comment here