Penerimaan

Sudah Kumpulkan Rp25,6 T, Bea Cukai Jateng DIY Optimis Capai Target 2021

Semarang (13/9) – Hingga 31 Agustus 2021, Bea Cukai Jateng DIY mencatat pertumbuhan realisasi penerimaan negara sebesar 9,19% (yoy) atau senilai Rp2,16 Triliun.

“Penerimaan kita on track, dari target Rp44,84 Triliun itu sudah tercapai 57,20% atau Rp25,65 Triliun. Akumulasi penerimaan dari Januari sampai Agustus untuk Cukai sebesar Rp24,47 Triliun, Bea Masuk Rp1,13 Triliun, dan untuk Bea Keluar sebesar Rp51,08 Milyar”, jelas Nur Rusydi, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, dalam Dialog Kinerja Organisasi di kantornya, Jumat 6 September 2021.

Nur menambahkan bahwa pertumbuhan sebesar 9,19% dikontribusi oleh Cukai Hasil Tembakau yang tumbuh 9,13% (yoy) atau sebesar Rp1,97 Triliun. Pertumbuhan sektor cukai didorong oleh limpahan pelunasan Cukai Hasil Tembakau untuk pemesanan pita cukai 2020 sebesar Rp6 Triliun dan kenaikan tarif cukai di 2021.

Adapun di sektor bea masuk masih terus menunjukkan tren positif dengan capaian hingga Agustus sebesar Rp1,13 Triliun. Bea masuk tumbuh 14,35% (yoy) atau sebesar Rp142,2 Milyar.

“Secara rata-rata, tren bea masuk tahun 2021 menunjukkan tren positif dibanding tahun 2020. Namun memang capaian tersebut masih dibawah tren 2018-2019 saat kondisi masih belum ada pandemi”, ungkap Nur.

Sementara itu sektor Bea Keluar membukukan penerimaan sebesar Rp51,08 Milyar, melesat tumbuh 28,32% (yoy) atau sebesar Rp11,27 Milyar. Tren Bea Keluar maupun devisa ekspor terus meningkat dari pertangahan tahun 2021 akibat kenaikan harga komoditi turunan crude palm oil (CPO).

“Kita optimis. Dari target nasional kita optimis target 2021 tercapai. Mudahan-mudahan tidak ada aral melintang di tiga bulan terakhir dan sesuai harapan penerimaan tercapai diatas seratus persen”, pungkas Nur. Bea Cukai Jateng DIY terus berupaya memberikan kontribusi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditengah pandemi COVID-19. Optimalisasi penerimaan terus diupayakan melalui berbagai strategi dan kebijakan. Di sisi lain, pemberian insentif fiskal dan non fiskal bagi industri termasuk UMKM juga terus dilakukan.

Comment here