Lain-lain

Bea Cukai Ajak Masyarakat Wonosobo Ikut Berantas Rokok Ilegal

Semarang – Kampanye ‘Gempur Rokok Ilegal’ terus dilakukan Bea Cukai Jateng DIY bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jawa Tengah dengan menggencarkan sosialisasi di berbagai daerah sebagai langkah preventif dalam menekan peredaran rokok ilegal.

Sosialisasi di Auditorium Hotel Front One Harvest Hotel, Wonosobo pada Selasa, 12 Oktober 2021 menyasar perwakilan masyarakat mulai dari pemilik toko kelontong, Lembaga Swadaya Masyarakat, hingga Ormas seperti NU dan Muhamadiyah.

“Kegiatan ini diadakan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang cukai tembakau dan hasil olahan tembakau lainnya agar masyarakat lebih mengerti dan memahami arti pentingnya cukai”, ujar Mukti Sarjono, Kabid Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu Nanang, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat pada Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, selaku narasumber menjelaskan mulai dari definisi dan konsep dasar pengenaan cukai hinga keberadaan rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

“Cukai dapat dikenakan terhadap barang yang mempunyai sifat dan karakteristik tertentu, yaitu pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negati bagi masyarakat atau lingkungan hidup, konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan masyarakat”, ujar Nanang.

Nanang juga menjelaskan bahwa mungkin masih banyak masyarakat yang memahami bahwa fungsi Cukai hanya sebagai penerimaan negara, namun sebenarnya Cukai juga digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan konsumsi rokok, menjaga iklim usaha yang sehat, melindungi keberlangsungan tenaga kerja dan penyerapan tembakau petani, serta menekan peredaran rokok ilegal.

“Cukai akhirnya akan dikelola pemerintah pusat untuk kepentingan negara dan masyarakat, untuk keberlangsungan pembangunan. Pajak Rokok yang nilainya 10% dari Cukai rokok juga akan dikembalikan ke Pemda. Demikian juga 2% dari penerimaan cukai hasil tembakau akan dikembalikan ke daerah untuk pembangunan, dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ”, ungkap Nanang.

“Bagaimana Bapak dan Ibu apakah sudah faham mengapa rokok ilegal merugikan negara dan masyarakat?”, tanya Nanang yang lantas menjelaskan ciri-ciri rokok ilegal dan mengajak masyarakat untuk ikut memberantas rokok ilegal dengan menginformasikan secara langsung atau telpon ke kantor Bea Cukai terdekat.

“Ingat ya Bapak/Ibu, jika menemukan rokok tanpa pita cukai, rokok menggunakan pita cukai bekas, palsu atau yang pita cukainya tidak sesuai ketentuan, laporkan ya”, pesan nanang.

Salah satu peserta juga menyatakan dukungannya dalam pemberantasan rokok ilegal. “Kami selaku warga negara yang baik apabila ada rokok ilegal kami akan menolak, karena itu merugikan masyarakat dan negara juga. Apabila kami menemukan penjual rokok ilegal, kami akan laporkan”, ujar Pawito mewakili Paguyuban SRC Kecamatan Kalikajar.

Comment here