Uncategorized

Realisasi Penerimaan Bea Cukai Jateng DIY Capai 30 Triliun

Semarang – Hingga 30 September 2021, Bea Cukai Jateng DIY telah menyetor penerimaan negara sebesar Rp30,01 Triliun. Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Kinerja Organisasi pada Kamis (14/10) oleh Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusydi.


Meski baru mencapai 66,92% dari target APBN Rp44,84 Triliun, capaian penerimaan tersebut tumbuh sebesar 7,99% (yoy) atau Rp2,22 Triliun jika dibandingkan tahun 2020.


Adapun dari total penerimaan sebesar Rp30,01 Triliun tersebut, masih didominasi dari sektor cukai dengan rincian penerimaan cukai sebesar RP28,69 Triliun, lalu bea masuk sebesar Rp1,26 Triliun, dan bea keluar sebesar Rp64,39 Milyar.


Dibanding 2020, penerimaan cukai secara keseluruhan mengalami pertumbuhan 7,85% (yoy) atau sebesar Rp2,09 Triliun. Kenaikan ini dikontribusi oleh penerimaan cukai HT yang naik 8,07% atau sebesar Rp 2,06 Triliun.
Penerimaan bea masuk yang juga terus tumbuh hingga September sebesar 10,09% (yoy) atau sebesar Rp115,2 Milyar. Importasi spare part kendaraan, gula dan beberapa komoditi lainnya menjadi kontributor terbesar sektor bea masuk.


Bea Keluar juga terus menunjukkan trend positif dengan penerimaan yang tumbuh hingga 36,84% (yoy) atau sebesar Rp17,34 Milyar, dengan eksportasi produk turunan CPO menjadi kontributor lonjakan penerimaan bea keluar.


Nur Rusydi menyampaikan bahwa dengan penerimaan Cukai, Bea Masuk dan Bea Keluar yang masih menunjukkan tren positif, untuk penerimaan tahun 2021 diharapkan dapat mencapai target.


“Kami masih optimis dapat mencapai target, mengingat penerimaan sejak Januari terus mengalami peningkatan. Kami terus berharap dan berusaha untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan penerimaan hingga Desember nanti”, ujar Nur.

Comment here