Pengawasan

Terus Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Edukasi Siswa SMAN 1 Jepara

Jepara (21/10) – Peredaran rokok ilegal tidak hanya mendistorsi penerimaan negara yang berpotensi menghambat pembangunan, namun juga berdampak pada terciptanya iklim usaha tidak sehat, bahkan bisa menggangu keberlangsungan industri legal hingga tenaga kerja.

Hal tersebut dikatakan Nanang, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, saat mengedukasi siswa SMAN I Jepara, Selasa, 19 Oktober 2021 di GOR SMAN I Jepara. Selain meninformasikan TUSI Bea Cukai, Nanang juga menjelaskan konsep dasar pengenaan cukai hinga perlunya memberantas rokok ilegal.

“Cukai adalah pungutan negara dikenakan terhadap barang yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu yaitu, konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan. Salah satu saja unsurnya terpenuhi maka terhadap suatu barang dapat dikenakan cukai”, jelasnya.

“Penerimaan Cukai akan dikelola pemerintah dalam mekanisme APBN, untuk kepentingan negara dan masyarakat, untuk keberlangsungan pembangunan. Pajak Rokok yang nilainya 10% dari Cukai rokok juga akan dikembalikan ke Pemda. Demikian juga 2% dari penerimaan cukai hasil tembakau akan ditransfer ke daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, untuk membiayai program di bidang kesehatan, kesejahteraan masyarakat, dan penegakan hukum, ” ungkap Nanang.

Nanang mengajak seluruh siswa untuk mengenali ciri-ciri rokok ilegal dan melaporkan apabila mengetahui keberadaannya. “Ciri rokok ilegal diantaranya rokok tanpa pita cukai, rokok menggunakan pita cukai bekas, palsu atau yang pita cukainya tidak sesuai ketentuan. Laporkan ke Bea Cukai terdekat atau telepon Bravo Bea Cukai 1500 225, bisa juga telepon ke (024)7644 2525”, pesannya.

Sosialisasi kepada pelajar SMA menjadi salah satu strategi kampanye Gempur Rokok Ilegal yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemprov Jawa Tengah bersama Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.

“Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam hal ini para siswa generasi muda yang merupakan generasi emas tentang ketentuan Cukai”, ujar Arif Sambodo,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, M. Arif Sambodo.

Sementara M. Jiddan Labib, salah satu siswa mengaku senang mendapatkan pengetahuan baru terkait ketentuan di bidang Cukai. “Kami sangat senang karena mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru terkait Cukai. Kami sebagai masyarakat juga akan berpartisipasi untuk menggempur rokok ilegal karena merugikan negara dengan melaporkan ke kantor bea cukai terdekat”, ujarnya.

Comment here