Lain-lain

Work Life in Harmony di Tengah Pandemi Menurut Helmy Yahya

Semarang (28/10) – Work Life Balance telah digaungkan Menteri Keuangan dalam beberapa tahun terakhir untuk para jajaran pegawainya guna pemanfaatan jam kerja efektif yang tertuang dalam Instruksi Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 364/IMK.01/2017 tentang Gerakan Efisiensi Sebagai Bagian Implementasi Budaya Kementerian Keuangan.

Hal itu disampaikan Kepala Kanwil DJP Jateng II, Slamet Sutantyo dalam sambutannya pada webinar bertajuk “Work Life in Harmony” pada Rabu, 27 Oktober 2021. Webinar yang disiarkan secara langsung pada YouTube Bea Cukai Jateng DIY tersebut diselenggarakan oleh Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah dalam rangka menyambut perayaan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-75, dengan mengundang Helmy Yahya selaku narasumber.

“Kementerian keuangan telah menerapkan program gerakan efisiensi yang mengupayakan pemanfaatan jam kerja secara efektif dan meminimalisir jam lembur melalui pendekatan work life balance dengan tetap memperhatikan tanggung jawab penyelesaian tugas. Banyak orang kurang menyadari pentingnya memiliki kehidupan yang seimbang, hal ini dapat ya atau tidak. Memunculkan rasa stress dan gaya hidup tidak sehat akibat adanya tekanan”, jelas Slamet.

Selain perlunya optimalisasi work life balance dimana seseorang dapat mengatur dan membagi antara tanggung jawab pekerjaan, kehidupan keluarga, dan tanggung jawab lainnya, Helmy Yahya menambahkan bahwa perlunya penyesuaian kerja dimasa pandemi Covid-19. Helmy menggambarkan bahwa diperlukan mindset untuk penyesuaian pola kerja work from home menjadi layaknya bekerja di kantor sekalipun sebetulnya di rumah.

“Bekerja di rumah bisa bagus bisa tidak. Ada orang yang sangat produktif dan tidak. Kerjanya tetap harus di normal hours, saatnya break ya break. Saatnya bekerja ya bekerja, buat daily to do list. Di rumah banyak sekali distraction, misal ada anak yang harus dijaga, ada drama korea, ada tetangga yang datang. Supaya khusyuk kerja walaupun di rumah, buatlah ruangan yang gangguannya menjadi minimal”, ujar Helmy.

Helmy turut menyuarakan agar pemerintah juga dapat mengadopsi beberapa pola kerja dari perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Facebook, dan Tokopedia. Ia mencontohkan seperti perusahan Google memberi penambahan reset day atau cuti karyawan guna menumbuhkan semangat dan ide-de baru hingga Facebook yang mengizinkan para karyawannya bekerja dari rumah atau tempat lain secara permanen meski pandemi usai.

Helmy meyakini, meski pandemi usai pola kerja lama tidak akan terpakai lagi dan beberapa aspek yang telah berjalan selama pandemi akan dilanjutkan sebagai cara kerja baru dan perlu adanya inovasi penyesuaian.

“Walaupun pandemi hilang, sebagian besar perusahaan sudah komit itu pasti hybrid. Mau gamau kita sebagai pimpinan, harus memaksimalkan sampai ga ada beda lagi antara bekerja dari rumah atau bekerja dari kantor. Sehingga bagaimana menjadi sama efektifnya. ASN sekarang harus inovatif, nglakuin pelayanan secara online”, pesan Helmy.

Comment here