Lain-lain

Dorong Ekspor Ekonomi Kreatif, Bea Cukai Gelar Bea Cukai Fashion Week

Semarang (15/11) – Sebagai upaya menggaungkan kebudayaan daerah dan memicu geliat UMKM di tengah pandemi, Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menggelar Lomba Desain fesyen Batik/Tenun dan Pameran Virtual bertajuk Bea Cukai Fashion Week pada 21 Oktober 2021 s.d. 11 November 2021. Lomba ini diikuti oleh 92 peserta yang merupakan siswa/i SMK/sederajat di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.

Salah satu sektor ekonomi kreatif yang kekuatannya besar adalah fesyen. Dilansir dari Kementerian Perindustrian, sumbangsih fesyen Indonesia mampu mengusai 2% dari total industri fashion di dunia.  Tidak diragukan lagi, produk tekstil kreatif Indonesia seharusnya memiliki potensi besar bagi pasar ekspor.

“Potensi industri tekstil ini berusaha kami tangkap agar mampu menembus pasar ekspor, salah satu caranya adalah dengan ekonomi kreatif. Mengingat besarnya peran Bea dan Cukai dalam proses bisnis ekspor sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat, dirasa perlu untuk melakukan kegiatan sosialisasi sekaligus penggalian potensi pada sektor ini” Ujar Firsti Masdiani pembina kegiatan Bea Cukai Fashion Week.

Dalam kegiatan Bea Cukai Fashion Week, beragam busana kombinasi batik/tenun karya peserta dipamerkan dalam kegiatan virtual expo dan berhasil menarik animo lebih dari 29.000 pengunjung.

Salah satu pemenang dalam kegiatan Bea Cukai Fashion Week, Siswi SMKN 3 Klaten, Insiwi Novita Sari mengangkat tiga bahan khas klaten yaitu lurik garis, lurik hujan gerimis dan batik sindhu melati. “Karya yang kami usung terinspirasi dari pantulan cahaya pada proses terjadinya gerhana bulan sabit. Busana yang kami buat terdiri dari inner, outer dan celana dengan dominan warna gelap dengan sedikit warna menyala” Ujar Siwi.

Selain siwi ada juga Fathin, siswi SMK NU Banat Kudus yang membuat desain menggunakan kain lurik khas Jawa, yang memiliki arti lorek atau garis-garis dengan makna sebagai pelindung bagi pemakainya.

Produk fesyen khususnya batik/tenun akan terus berkembang mengikuti tren dan kebutuhan pasar. Oleh sebab itu, dibutuhkan sosialisasi dan penggalian potensi secara terus menerus agar produk Indonesia semakin dikenal di mata dunia.

Comment here