Lain-lain

Gali Potensi Ekspor, Bea Cukai Gelar gelar Webinar Ekspor dan UMKM Fashion

Semarang (11/11) – Ekonomi kreatif di bidang fasyen dipercaya mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia sekaligus mempertahankan eksistensi dan jati diri bangsa. Sumbangsih fesyen mencapai 20% dari total pasar industri ekonomi kreatif dan dapat menjadi peluang besar bagi bisnis ekonomi kreatif di level global, termasuk pada industri tekstil.

Untuk mendukung potensi tersebut agar mampu menembus pasar ekspor, Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY menggelar Webinar Ekspor dan UMKM Fashion bersamaan dengan Grand Final Bea Cukai Fashion Week pada Kamis, 11 November 2021.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan para siswa/siswi SMA/SMK/sederajat yang turut memeriahkan pergelaran Bea Cukai Fashion Week secara daring.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Muhamad Purwantoro menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi salah satu tugas dan fungsi Bea Cukai yaitu industrial assistance. “Kami berperan aktif dalam mengasistensi industri, baik UMKM maupun IKM terutama yang berorientasi ekspor”, ujar Purwantoro,

Senada dengan Purwantoro, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarief Hidayat juga menyampaikan bahwa industri tekstil dan fesyen di Indonesia memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menembus pasar dunia.

“Fasilitas berupa Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) merupakan salah satu upaya kami untuk mendukung UMKM dalam menembus pasar ekspor guna Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujar Syarief yang juga memaparkan  prosedur ekspor dan menggaungkan slogan “Ekspor itu mudah”.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Gunawan Kurnia Pribadi, seorang pendiri Batik Gunawan Design dan Fitria Noor Aisyah sebagai narasumber dalam sesi sharing session terkait fesyen dan kiprah suksesnya di industri fesyen.

“Kami harap kegiatan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat mengenai gambaran prosedur ekspor yang sangat mudah dan semoga dapat menggugah calon pelaku usaha industri fesyen dari kalangan siswa/siswi SMA/SMK/sederajat untuk terus giat menekuni bidangnya dalam rangka meningkatkan kualitas karyanya agar dapat diterima pasar global”, pungkas Purwantoro.

Comment here