Penerimaan

Penerimaan Bea Cukai Jateng DIY Hingga Oktober 2021 Mencapai Rp34,07 Triliun

Semarang (15/11) – Hingga Oktober 2021 Bea Cukai Jateng DIY berhasil menyetorkan Rp34,07 Triliun ke kas negara. Penerimaan negara ini tumbuh 2.54% dibanding Oktober 2020 (yoy) dan telah mencapai 77,83% dari target sebesar Rp 43,77 Triliun yang dibebankan di tahun 2021.

Angka realisasi sebesar Rp34,07 Triliun tersebut meliputi bea keluar sebesar Rp77,8 Milyar, bea masuk Rp1,38 Triliun, dan cukai Rp32,61 Triliun.

Kontributor terbesar terhadap tumbuhnya penerimaan sebesar 2,54% (yoy) atau Rp843 Milyar adalah penerimaan cukai hasil tembakau. Meskipun realisasi cukai hasil tembakau pada Oktober 2021 mengalami penurunan 7,73% atau sebesar Rp316,48 Milyar, namun secara akumulatif masih tumbuh 1,95% atau sebesar Rp599,7 Milyar (yoy).

Adapun realisasi penerimaan bea masuk mengalami pertumbuhan sebesar 16,30% atau sebesar Rp193,8 Milyar dibanding tahun 2020 (yoy). Namun demikian capaian tersebut masih lebih rendah dari tahun 2018-2019 saat belum terjadi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi ekonomi global. Komoditas penyumbang bea masuk terbesar 2021 didominasi oleh aksesoris kendaraan, gula tebu, dan produk whey.

Begitu pula disisi bea keluar, secara akumulatif realisasi penerimaan juga tumbuh positif sebesar 40,27% (yoy) atau sebesar Rp22,34 Milyar. Pertumbuhan ini sebagai efek naiknya harga komoditi penyumbang bea keluar berupa crude palm oil atau minyak kelapa sawit di pasar internasional.

Comment here