Lain-lain

Sinergi Pemda dan Bea Cukai Edukasi Manfaat Cukai bagi Petani dan Pengusaha

Sinergi Pemda dan Bea Cukai Edukasi Manfaat Cukai bagi Petani dan Pengusaha

Semarang (17/11) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang potensi, pengawasan dan pemberantasan cukai illegal dengan bahan baku tembakau. FGD di Hotel Amantis Demak pada Selasa 16 November 2021 ini melibatkan Bea dan Cukai, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, kelompok petani dan pengusaha di Kabupaten Demak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo dalam sambutannya mengatakan pentingnya patuh pada peraturan tentang cukai. “Masyarakat kelompok petani dan masyarakat usaha di industry hasil tembakau perlu memahami ketentuan di bidang Cukai agar memahami manfaat Cukai dan agar tidak terjadi pelanggaran”, ujarnya.

Adapun Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Nanang memberikan penjelasan mulai dari penerimaan Cukai, manfaat bagi masyarakat khususnya petani dan pengusaha hingga keberadaan rokok illegal  yang merugikan masyarakat.

“Penerimaan Cukai akan dikelola dalam mekanisme APBN. Pada akhirnya manfaatnya akan kembali kepada masyarakat  antara lain dalam bentuk program bantuan, subsidi, pembinaan, fasilitas umum dan hasil pembangunan lainnya”, jelas Nanang.

“Dua persen dari penerimaan Cukai hasil tembakau produksi dalam negeri akan dikembalikan ke daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dana tersebut akan digunakan untuk program di bidang Kesejahteraan masyarakat termasuk untuk pembinaan petani dan industry, juga BLT. Kemudian bidang kesehatan dan penegakan hukum di bidang Cukai”, tambah Nanang.

Para peserta juga diberikan pemahaman bahwa Pajak Rokok yang nilainya 10% dari Cukai juga dikembalikan ke daerah. Paling tidak 50%nya akan digunakan untuk program kesehatan dan penegakan hukum. Di sisi lain Nanang mengingatkan bahwa manfaat yang diterima masyarakat akan berkurang atau terhambat jika peredaran rokok illegal tidak diberantas.

Salah satu peserta yang merupakan petani tembakau sekaligus pengusaha, Sodiq kemudian mengusulkan agar pemda memberikan pelatihan tentang pengelolaan hasil tembakau hingga cara meramu rokok agar memiliki rasa yang berkualitas dan konsisten.

Perwakilan dari Dinas Pertanian menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti permintaan tersebut dengan menggandeng pihak-pihak terkait, termasuk dari pabrikan rokok. Perwakilan dari Dinas Perdagangan juga memberikan informasi berkaitan dengan rencana pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau di Demak yang nantinya dapat digunakan para pengusaha untuk menjalankan bisnisnya secara legal.

Comment here