Pengawasan

Tingkatkan Peran Milenial dalam Pemberantasan Rokok Ilegal, Bea Cukai dan Pemprov Jateng Gelar Dialog Interaktif

Semarang (26/11) – Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Muhamad Purwantoro Kembali menjadi narasumber dalam acara Dialog Interaktif di Semarang TV pada Kamis, 25 November 2021. Dialog kali ini mengusung tema “Peran Generasi Milenial Menyikapi Peredaran Rokok Ilegal”.

Purwantoro menyampaikan tujuan pengenaan cukai terhadap suatu barang utamanya adalah untuk mengendalikan konsumsinya. “Salah satu studi menunjukkan bahwa cara paling efektif untuk mengendalikan konsumsi adalah dengan mengenakan cukai. Rokok dikatakan ilegal karena dia tidak dilunasi cukainya yang dibuktikan salah satunya dengan tidak dilekati pita cukai”, jelasnya.

Rokok elektrik yang saat ini marak dikonsumsi oleh perokok khususnya generasi muda juga merupakan Barang Kena Cukai (BKC). “Rokok elektrik atau vape ini salah satu produk yang masuk dalam kategori Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang didalamnya terdapat nikotin. Sehingga vape ini juga dikenakan cukai karena sama bahayanya dengan rokok pada umumnya”, jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Arif Sambodo menyampaikan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Bea Cukai gencar melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait ketentuan di bidang cukai. “Kegiatan-kegiatan kami kaitannya dengan penyadaran masyarakat atas rokok ilegal itu salah satunya dengan kegiatan preventif seperti memberikan pemahaman, edukasi kepada masyarakat umum salah satunya generasi milenial”, tuturnya.

Disperindag Jawa tengah bersama Bea Cukai telah melaksanakan kegiatan sosialisasi secara tatap muka dengan masyarakat umum dan juga pelajar SMA di berbagai daerah di Jawa Tengah. “Kegiatan-kegiatan semacam ini adalah wujud dari kami untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya rokok ilegal”, tuturnya.

Semantara itu Firmansyah, Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro menyampaikan pandangannya terkait maraknya peredaran rokok ilegal.

“Secara teori masyarakat membeli rokok ilegal karena faktor harga yang murah dan mudah untuk diperoleh. Untuk menekan peredaran rokok ilegal perlu adanya langkah inovatif dalam rangka memberantas peredaran rokok ilegal, bukan dengan menyeimbangkan harga rokok yang legal dengan menurunkan harganya menjadi murah, akan tetapi dengan terus menggalakkan pemberantasan rokok ilegal sehingga tujuan pengenaan cukai tersebut dapat tercapai”, tuturnya.

Purwantoro juga menyampaikan harapannya agar masyarakat khususnya generasi muda dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga dan mengawasi peredaran rokok ilegal. “Persoalan rokok ini dimensinya banyak, jadi bukan hanya penting dari sisi penerimaan, melainkan ada dari sisi kesehatan, ketenagakerjaan, pertanian, dan lain-lain. Itu semua bermuara di Kementerian Keuangan untuk digunakan dalam rangka merumuskan kebijakan tarif cukai rokok”, ujarnya.

“Pada saat kebijakan tarif cukai rokok sudah digulirkan tentu pemerintah tidak ingin kebijakan ini tidak efektif karena terdistorsi oleh peredaran rokok yang ilegal, agar kebijakan ini efektif, kami berharap agar seluruh komponen masyarakat utamanya para generasi muda untuk ikut mengawasi dan menjaga optimalisasi penerimaan”, pungkasnya.

Comment here