Reformasi Birokrasi

Peringati Hakordia 2021, Bea Cukai Jateng DIY Adakan Webinar Kaya Tanpa Korupsi

Semarang (09/12) – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) tahun 2021, Bea Cukai Jateng DIY menyelenggarakan acara Webinar Kaya Tanpa Korupsi dengan tema “Tidak Korupsi Cerminan Pegawai Masa Kini” pada Rabu, 08 Desember 2021 secara hybrid. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Muhamad Purwantoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan peringatan HAKORDIA diselenggarakan setiap tahunnya guna menjadi pengingat bagi pegawai maupun keluarganya akan pentingnya anti korupsi. “Semoga tema webinar kali ini mengendap betul dalam benak kita semua dan dapat kita terapkan dan implementasikan dalam menjalankan tugas, dan keseharian kita dirumah bersama keluarga”, tuturnya.

Ada beberapa faktor menurut para ahli mengapa seseorang melakukan tindakan koruptif. Jamila Lestyowati, Widyaiswara Madya BDK Yogyakarta yang merupakan penyuluh anti korupsi di Kementerian Keuangan menjelaskan penyebab mengapa seseorang melakukan korupsi. “Seseorang melakukan korupsi dimana ada keinginan atau keserakahan yang melebihi kebutuhan, sedangkan keinginan tersebut tidak ditunjang oleh kemampuan ekonomi dan akhirnya muncul potensi untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya apalagi jika ada kesempatan”, jelasnya.

Jamila menekankan pentingnya pendidikan budaya anti korupsi di lingkungan keluarga. “Perempuan memegang peranan penting dalam pendidikan anti korupsi khususnya di keluarga, seorang istri harus paham dari mana asal usul penghasilan suaminya, dan sebagai seorang Ibu, ia juga harus menanamkan pendidikan anti korupsi untuk anak-anaknya”, jelasnya.

Senada dengan Jamila, Kepala Seksi Multilateral II Direktorat KIAL Ririn Septiani yang menjadi narasumber kedua menyampaikan salah satu faktor sesorang melakukan korupsi adalah karena tertekan secara finansial sehingga seseorang tersebut rela untuk mengabaikan integritasnya demi memenuhi kebutuhan finansialnya.

Ririn menyampaikan betapa pentingnya untuk mengelola perencanaan keuangan guna mencapai tujuan keuangan. Ia menyampaikan tahap dasar dalam melakukan perencanaan keuangan adalah dengan melakukan pengelolaan arus kas. “Bagaimana cara mengelola pemasukan dan pengeluaran? Tips nya adalah kita harus membuat catatan penerimaan dan pengeluaran kas, kemudian pisahkan pengeluaran bulanan dengan tahunan dan kita harus melakukan review atas kas kita apakah saldonya positif ataukah negatif”, jelasnya.

“Semua tujuan keuangan itu bisa kita capai apabila dipersiapkan dengan baik, secara komprehensif, dan kita konsisten dalam menjalankannya, sehingga dengan penghasilan yang kita peroleh kita bisa tahu bagaimana tujuan keuangan bisa dicapai, tentunya juga perlu menyeimbangkan gaya hidup dengan kemempuan finansial kita, dengan demikian kebutuhan dan keinginan kita bisa terpenuhi tanpa harus kompromi terhadap integritas”, pungkas Ririn.

Comment here