Transformasi KelembagaanUncategorized

Purwantoro: Rumah Ekspor Solo Mejadi Rumah Ramah untuk UMKM Berorientasi Ekspor

webinar “IBU, Inspirasi Bisnis Unggulan untuk Karya Eksportir Solo Raya”

Semarang (22/12) – Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY, Muhamad Purwantoro mengatakan bahwa Rumah Ekspor Solo (RES) akan menjadikan calon eksportir khususnya UMKM siap ekspor. Hal tersebut dikatakannya saat menjadi narasumber webinar “IBU, Inspirasi Bisnis Unggulan untuk Karya Eksportir Solo Raya” di Hotel Aston Solo, Selasa, 21 Desember 2021.

“Kita berharap RES semakin ramai dan dinamika semakin positif sehingga kesinambungan dan dampaknya ke UMKM menjadi nyata”, ujar Purwantoro kepada peserta webinar yang berasal dari DJBC, DJP, LPEI, perwakilan eksportir dan stakeholder terkait dari Pemda setempat.

Purwatoro menambahkan bahwa Bea Cukai menyediakan beberapa fasilitas, seperti fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor khusus untuk IKM. Jadi, Bea Cukai menyediakan fasilitas fiskal yang diberikan kepada IKM untuk bisa mendapatkan kemudahan kemudahan sehingga kapasitas dan kapabilitasnya meningkat untuk melakukan ekspor.

“Dengan adaya RES ini diharapkan informasi-informasi seperti itu dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan baik dan masyarakat tidak perlu takut dan khawatir ketika ingin berkonsultasi terkait ekspor. Sehingga melalui RES ini kita berharap dapat menjadi rumah yang ramah bagi para pelaku UMKM berorietasi ekspor”, jelas Purwatoro

Harapan Purwantoro kemudian diaminkan oleh perwakilan UMKM yang telah berhasil menembus pangsa ekspor dengan memberikan testimoninya.

“Rumah ekspor ini sangat membatu kami dalam memproses dan memahami prosedur ekspor, bahkan tim Bea Cukai langsung action bersama untuk membatu pengurusan dokumen phytosanitary dan logistik yang dapat selesai dalam 1 hari. Sehingga yang awalnya kami hanya mengirim sampel-sampel dan pada akhiranya sampai saat ini kami dapat mengirim rutin setiap bulannya untuk ekspor minyak asiri ke Prancis”, ungkap Elis pelaku ekspor UMKM produk minyak atsiri.

Testimoni senada juga disampaikan Tony eksportir yang berhasil menembus pasar amerika dengan permen jahe produksinya. Tony mengaku bahwa hingga saat ini telah mengekspor lebih dari 10 kontainer 40” permen jahe ke Amerika. Tony juga mengaku merasa sangat dibantu Bea Cukai Surakarta dari awal sampai dengan bisa ekspor.

Baik Elis maupun Tony juga mengaku merupakan hasil binaan Coaching Program for New Exporter (CPNE) rintisan hasil kolaborasi LPEI dan Bea Cukai. CPNE yang menjadi salah satu program RSE ini diharapkan akan terus melahirkan eksportir-eksportir baru di wilayah Solo Raya khususnya, sehingga dapat mendorong peningkatan ekspor dan memberikan dampak ekonomi positif.

Comment here