Penerimaan

Lampaui Target Penerimaan 2021, Bea Cukai Jateng DIY Setor Rp 45,61 Triliun ke Negara

Semarang (13/01) – Surplus Rp 1,84 Triliun, Bea Cukai Jateng DIY berhasil mencapai realisasi penerimaan negara 104,21% dari target yang dibebankan tahun 2021 sebesar Rp 43,77 Triliun. Total realisasi di tahun 2021 sebesar Rp 45,61 Triliun terdiri atas bea keluar sebesar Rp 100,73 Milyar, bea masuk sebesar Rp 1,68 Triliun, dan cukai sebesar Rp 43,82 Triliun.

Penerimaan di tahun 2021 tumbuh 4,05% yoy atau sebesar Rp 1,77 Triliun. Pertumbuhan positif ini didorong oleh realisasi cukai hasil tembakau sebesar Rp 42,23 Triliun yang mana menjadikan cukai hasil tembakau sebagai kontributor terbesar penerimaan. Meski cukai hasil tembakau mengalami penurunan produksi pada Maret hingga Mei, produksi Mei hingga Desember berhasil mengalami kenaikan.

Tak kalah dengan sektor cukai, sektor ekspor dan impor juga menjadi sentiment positif atas tercapainya target Bea Cukai Jateng DIY tahun 2021. Kinerja perdagangan melonjak seiring dengan pemulihan ekonomi baik dalam negeri maupun global.

Penerimaan bea masuk sebesar Rp 1,68 Triliun menjadikan tumbuh positif sebesar 9,71%, yoy atau sebesar Rp 149,12 Milyar. Tren rata-rata bea masuk tahun 2021 memang menunjukkan kenaikan dibanding tahun 2020, namun masih dibawah tren realisasi tahun 2018 dan 2019 dimana belum ada pandemi COVID-19. Komoditas penyumbang bea masuk terbesar diantaranya aksesoris kendaraan, gula tebu, whey, tas, hingga polimer.

Bea keluar pun melesat realisasi penerimaannya di 2021, dengan capaian Rp 100,73 Milyar bea keluar tumbuh 62,91% (yoy) atau sebesar Rp 38,90 Milyar. Melesatnya pertumbuhan realisasi bea keluar berkat adanya tren kenaikan bea keluar dan devisa ekspor dari pertengahan tahun 2021. Crude Palm Oil (CPO) menjadi kontributor terbesar sektor bea keluar dikarenakan naiknya harga komoditi CPO di pasar internasional.

Comment here