Penerimaan

Gelar Rapat Penerimaan, Purwantoro: Bea Cukai Jateng DIY Siap Capai Target Tahun Anggaran 2022

Semarang (26/07) – Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Muhamad Purwantoro membuka rapat Pembahasan Penerimaan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Tahun Anggaran 2022 pada Rabu, 26 Januari 2022. Rapat kali ini digelar di Aula Bea Cukai Kudus dan dihadiri oleh seluruh Kepala Seksi Perbendaharaan dari seluruh KPPBC di lingkungan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY secara hybrid.

Purwantoro menyampaikan bahwa penerimaan Bea Cukai Jateng DIY tahun 2022 harus dikalkulasikan dengan cermat dan efisien. Hal itu disebabkan adanya kenaikan tarif cukai khususnya untuk hasil tembakau dan telah dibebankannya target penerimaan untuk Barang Kena Cukai (BKC) baru yaitu plastik dan minuman berkarbonasi.

“Menanggapi hal tersebut, Saya harap seluruh kantor mulai mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendata pengusaha BKC baru agar dapat memperkirakan potensinya di kantor masing-masing dengan cermat,” ujar Purwantoro.

Menilik realisasi penerimaan 2021 yaitu sebesar Rp 45,61T atau 125,09% dari target, pada tahun 2022 Bea Cukai Jateng DIY dibebankan target penerimaan negara sebesar Rp 47,15T atau Rp 108M lebih besar dari realisasi penerimaan 2021. Mengingat hal tersebut, diperlukan distribusi target penerimaan masing-masing Kantor Pelayanan sampai dengan akhir tahun untuk dapat menentukan langkah dalam upaya pengamanan capaian target penerimaan TA 2022.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusydi menyampaikan bahwa dalam upaya mencapai target penerimaan negara diperlukan mitigasi dan strategi baik dalam aspek fundamental, struktural, maupun insidentil. “Kondisi pertumbuhan ekonomi dunia, harga komiditas, dan kondisi pasar domestik tentu perlu diperhatikan sebagai hal yang fundamental. Peraturan penetapan tarif cukai yang baru juga tentu mempengaruhi kondisi penerimaan negara. Dan hal yang jangan terabaikan adanya kondisi kahar yang memungkinkan membawa pengaruh besar seperti bencana alam,” tutur Nur Rusydi.

Purwantoro juga menghimbau kepada seluruh jajarannya untuk tetap memperhatikan seluruh sektor penerimaan negara dan history dibaliknya. Target penerimaan yang telah ditetapkan diharapkan tidak hanya dilihat dari nominalnya saja, tetapi history dibalik itu perlu menjadi atensi.

“Meski potensi penerimaan di Bea Cukai Jateng DIY ini dari Sebagian besar berasal dari cukai—khususnya HT—tetapi seluruh sektor penerimaan mengindikasikan banyak hal. Misalnya penerimaan dari bea masuk tindakan pengamanan yang meski angkanya tidak sebesar penerimaan cukai, pasti ada cerita dibalik efektivitas dalam melaksanakan pengawasan. Hal tersebut juga terkait dengan kecermatan kita dalam memantau kinerja, baik importasi melalui pelabuhan laut maupun peninbunan berikat,” pungkasnya.

Comment here