Uncategorized

APBN Week: Kenal, Paham, dan Jaga APBN

Semarang (22/02) – Salah satu bentuk pelaksanaan tugas Bea dan Cukai adalah mengelola dan mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). APBN merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintah Indonesia yang berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran.

Guna mengenalkan lebih dalam mengenai hal tersebut, Bea Cukai Jateng DIY menggelar Sosialisasi APBN secara daring pada Selasa, 22 Februari 2022. Sosialisasi diikuti dengan antusias oleh mahasiswa/i Fakultas Ekonomika dan Bisnis & Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian APBN Week yang diselenggarakan secara serentak di seluruh satuan kerja Bea Cukai yang tersebar di seluruh Indonesia pada periode tanggal 21 s.d. 25 Februari 2022.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Muhamad Purwantoro menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan berbagai kebijakan yang lebih optimal salah satunya dengan membenahi fasilitas layanan kesehatan dari hulu hingga hilir. 

“Oleh karena itu, Kementerian Keuangan mendorong generasi muda dan masyarakat luas untuk lebih mengenal APBN. Kami berharap acara ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh seluruh peserta untuk lebih mengenal APBN, karena APBN bukanlah milik Kementerian Keuangan saja melainkan milik kita semua,” ujar Purwantoro.

Senada dengan Purwantoro, Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo S.E., M.Si. mengapresiasi penyelenggaran sosialisasi APBN ini sehingga masyarakat luas khususnya para mahasiswa/i FEB Undip semakin paham mengenai arah kebijakan APBN. 

“Saya berharap dengan sosialisasi ini seluruh peserta mendapatkan pencerahan dari arah kebijakan APBN 2022 dan dapat mengambil peran-peran penting didalamnya termasuk peran sosialisasi kepada masyarakat luas,” ucap Suharnomo.

Kepala Seksi BK Humas sebagai salah satu narasumber, Cahya Nugraha menyampaikan bahwa pengetahuan mengenai APBN diperlukan bagi seluruh masyarakat, karena APBN berasal dari pendapatan negara di berbagai aspek dan mendukung berbagai bidang pembangunan negeri. 

Belanja negara yang menjadi salah satu struktur APBN digunakan untuk membangun seluruh aspek di negeri ini. Mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, hingga bidang TIK,” tutur Cahya.

Senada dengan Cahya, pelaksana Seksi BK Humas, Hermoko Wibowo juga menyampaikan bahwa pendapatan negara dalam APBN tak luput dari peran Bea Cukai dalam menjalankan tugas dan fungsinya. 

“Selama tahun 2021, Bea Cukai berhasil mengumpulkan Rp 269 T dari total Rp 2.003,1 T pendapatan negara. Jumlah ini didukung dari besarnya penerimaan Bea Masuk, Bea Keluar, dan Cukai yang dipungut langsung oleh Bea Cukai,” ujar Hermoko.

Comment here