Lain-lainUncategorized

Tingkatkan Kompetensi Pegawai, Bea Cukai Jateng DIY Gelar PJJ Bahasa Prancis

Semarang (14/03) – Bea Cukai Jateng DIY berkolaborasi dengan Universitas Indonesia, Pusdiklat Keuangan Umum, dan Bagian Pengembangan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Bahasa Prancis yang diawali dengan Opening Ceremony pada Senin, 14 Maret 2022. Opening Ceremony ini diikuti oleh seluruh peserta PJJ, para pejabat, dan pegawai di lingkungan Bea Cukai Jateng DIY secara daring.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Muhamad Purwantoro menyampaikan bahwa pelatihan Bahasa Prancis ini sangatlah penting untuk meningkatkan kemampuan pegawai Bea Cukai dalam berkomunikasi dan bekerja sama di bidang kepabeanan dan cukai secara regional. 

“DJBC tergabung sebagai anggota dari World Customs Organization (WCO) yang mempunyai misi untuk mendorong efektivitas dan efisiensi administrasi pabean. Organisasi WCO memiliki Sekretariat Jenderal yang berkantor di Brussels, Belgia, dan  menggunakan dua bahasa resmi yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Prancis. Oleh karena itu, harapan kami agar para peserta mendapatkan kemampuan berbahasa Prancis dan sanggup melakukan transfer ilmu secara efektif kepada rekan-rekan para peserta di kantor masing-masing,” ujar Purwantoro.

Senada dengan Purwantoro, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum juga menyampaikan bahwa bahasa merupakan hal yang penting dipelajari karena merupakan jendela yang dapat membuka pengetahuan kita untuk mengenal budaya-budaya baru di seluruh dunia.

“Bahasa Prancis digunakan di berbagai negara baik Eropa, Asia, bahkan Afrika. Jika para pegawai Bea Cukai dapat menguasai Bahasa Prancis dengan baik, maka DJBC dapat memegang peranan yang sangat strategis di berbagai tugas kenegaraan,” tutur Bondan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pembelajaran Pusdikat Keuangan Umum, Pandu Patriadi menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh semangat seluruh pegawai Kemenkeu termasuk Bea Cukai untuk menuntut ilmu dan pengetahuan untuk menunjang tugas dan fungsi.

“Kami dari Pusdiklat KU sangat mendukung kegiatan pembelajaran ini, terutama pembelajaran Bahasa Prancis yang merupakan bahasa diplomasi dunia. Hal ini juga telah dibuktikan saat event terbesar didunia yaitu G20 yang pada tahun ini diselenggarakan di Indonesia, para LO-nya pun dituntut untuk dapat menguasai bahasa internasional selain Bahasa Inggris,” ujar Pandu.

Comment here