Pengawasan

Sinergi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai dan Pemda Terus Gencarkan Sosialisasi

Sinergi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai dan Pemda Terus Gencarkan Sosialisasi

Semarang (24/03) – Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah kembali bersinergi dengan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dalam mensosialisasikan kegiatan Gempur Rokok Ilegal. Kegiatan kali ini menyasar kepada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal pada Rabu, 23 Maret 2022.

“Kegiatan sosialisasi ketentuan dibidang cukai dengan tema Industri Rokok Ilegal kepada mahasiswa Fakultas Hukum sangat penting dilakukan karena mahasiswa hukum memiliki potensi pengetahuan hukum yang kuat dan merupakan corong pemberantasan peredaran rokok ilegal di masyarakat” ujar Kepala Biro Hukum Setda Prov. Jawa Tengah, Iwannudin Iskandar dalam sambutannya.

Sinergi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai dan Pemda Terus Gencarkan Sosialisasi

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Cahya Nugraha memberikan penjelasan mengenai konsep dasar pengenaan cukai, ciri-ciri rokok ilegal, hingga manfaat cukai bagi masyarakat.

“Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang. Sifat atau karakteristiknya yaitu, konsumsinya perlu dikendalikan; peredarannya perlu diawasi; pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup; atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan” jelas Cahya

Cahya menambahkan bahwa mahasiswa perlu untuk mengetahui tentang ciri-ciri rokok ilegal karena sangat merugikan masyarakat. “Secara fisik rokok ilegal dapat dikenali seperti tidak dilekati pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, bekas, atau pita cukai yang salah peruntukannya. Contohnya pita cukai untuk rokok 12 batang ditempel di rokok 24 batang, atau pita cukai untuk jenis SKT ditempel untuk jenis SKM. Beberapa indikasi rokok ilegal biasanya tidak mencantumkan kota produksi serta harga rokok SKM kurang dari Rp10.000 walaupun bukan merupakan patokan” tambah Cahya.

Lebih lanjut Cahya menyampaikan bahwa dua persen dari penerimaan cukai hasil tembakau produksi dalam negeri akan dikembalikan ke daerah dalam bentuk Dana Bagi Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang manfaat pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat seperti program kesejahteraan masyarakat, kesehatan, hingga penegakan hukum.

Sinergi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai dan Pemda Terus Gencarkan Sosialisasi

“Kami mengharapkan mahasiswa ikut berpartisipasi dengan tidak membeli/mengkonsumsi dan segera melaporkan ke Bea Cukai di call center Bravo BC 1500225 atau menghubungi kantor Bea Cukai terdekat bila menemukan rokok ilegal” pungkas Cahya.

Comment here