Lain-lain

Ini Dia Skema Khusus Buku Tarif Kepabeanan Indonesia 2022 yang Berlaku Mulai 1 April 2022

Semarang (5/4) –  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali selenggarakan kegiatan KUPAS-Kuasai Sampai Tuntas yang mengusung tentang Sosialisasi Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022 pada Kamis, 31 Maret 2022. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh pengguna jasa  se-Indonesia dan khususnya perusahaan penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Tempat Penimbunan Berikat (TPB) se-Jateng DIY.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa, Nirwala Dwi Heryanto menyatakan Kementerian Keuangan telah menetapkan PMK 26/PMK.010/2022 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor yang akan berlaku efektif pada tanggal 1 April 2022.

“BTKI 2022 disusun berdasarkan Harmonized System  (HS) tahun 2022 dan ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN) 2022 dengan menerapkan struktur 8 digit sesuai dengan AHTN 2022, serta ditambah bab 98 dan 99 untuk kebutuhan khusus,” ujar Nirwala.

Nirwala menambahkan, “Indonesia telah aktif menyampaikan usulan pada proses penyusunan AHTN 2022, usulan-usulan tersebut disusun secara kolaboratif oleh kementerian/ lembaga pembina sektor dan Kementerian Keuangan yang kemudian diperjuangkan pada Forum Asean Technical Sub-Working Group on Classification. Forum akhirnya menerima dan mengakomodir usulan Indonesia sebanyak kurang lebih 3800 pos tarif,” tambah Nirwala.

Hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membela kepentingan strategis industri dan perdagangan Indonesia. Selanjutnya kolaborasi antar kementerian/ lembaga pembina sektor dan Kementerian Keuangan kembali dilakukan pada proses penyusunan BTKI 2022.

“Meski penyusunan BTKI telah dijalankan secara rutin dalam periode 5 tahunan pemerintah tetap menerapkan prinsip kehati-hatian terutama dengan mempertimbangkan kondisi 2 tahun terakhir sampai dengan kondisi awal tahun 2022 ini. Prinsip ini penting dipegang mengingat BTKI 2022 juga akan memberikan dampak kepada peraturan-peraturan lainnya,” ungkap Nirwala

Lebih rinci Nirwala menjelaskan beberapa pokok perubahan yang termasuk dalam BTKI 2022 diantaranya, menambah jumlah pos tarif pada bab 1 hingga bab 97 BTKI 2022 terdapat 11.414 pos tarif dari yang sebelumnya hanya 10.813 pos tarif, sementara bab 98 dan 99 bertambah menjadi 138 pos tarif dari BTKI sebelumnya

BTKI 2022 juga memasukan skema khusus yang memberikan insentif dalam rangka pengembangan industri galangan kapal. Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam paket kebijakan ekonomi untuk mengembangkan usaha dan daya saing penyedia jasa logistic nasional.

Pada BTKI 2022 terdapat penyesuaian 43 pos tarif pada sektor manufaktur mesin dan peralatan, manufaktur kimia, makanan lainnya, dan manufaktur farmasi yang digabungkan dan memiliki tarif bea masuk yang berbeda.

“Pemerintah berharap penyesuain tersebut akan berdampak positif terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor tersebut,” ujar Nirwala

Dalam closing statement, Nirwala menyampaikan guna membantu proses transisi berlakunya BTKI 2022, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menyiapkan help desk dan INSW juga telah menyediakan aplikasi tabel kolerasi yang dapat digunakan untuk menyelusuri perubahan kode HS BTKI 2022 yang dapat diakses melalui website INSW.

Comment here