Pengawasan

Bea Cukai Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal di SMAN 1 Sragen

Bea Cukai Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal di SMAN 1 Sragen_1

Semarang (19/05) – Kanwil Bea Cukai Jateng DIY kembali menjadi narasumber dalam acara sosialisasi ketentuan di bidang cukai yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 18 Mei 2022. Sosialisasi kali ini menyasar siswa-siswi di SMA Negeri 1 Sragen.

Konsep dasar cukai dan gempur rokok ilegal menjadi materi utama yang disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Cahya Nugraha. Cahya menyampaikan bahwa cukai merupakan pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang yang memiliki karakteristik tertentu.

“Karakteristik tersebut diantaranya konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan hidup dan pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan” tuturnya.

Cahya juga menekankan bahwa barang kena cukai salah satunya rokok hanya boleh ditawarkan, diserahkan, dijual, atau disediakan untuk dijual setelah dikemas untuk penjualan eceran dan dilekati pita cukai.

Bea Cukai Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal di SMAN 1 Sragen

Ia mengimbau kepada seluruh siswa untuk dapat melaporkan ke Kantor Bea Cukai terdekat apabila menemukan adanya peredaran rokok ilegal. “Ciri-ciri rokok ilegal diantaranya rokok polos atau tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai bekas, rokok dengan pita cukai palsu, dan rokok dengan pita cukai tidak sesuai peruntukannya. Apabila menemukan adanya peredaran rokok ilegal segera laporkan ke Kantor Bea Cukai Terdekat atau Bravo Bea Cukai 1500225” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan kolaborasi Bea Cukai dan pemerintah daerah yang merupakan tindakan preventif dalam rangka menekan peredaran rokok ilegal di masyarakat. Kegiatan ini didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang salah satu peruntukannya adalah untuk kegiatan penegakan hukum melalui kegiatan sosialisasi.

Comment here