Lain-lain

Maksimalkan Pengelolaan Sarana Operasi, Bea Cukai Gelar Monitoring dan Evaluasi

Semarang (24/05) –  Guna meningkatkan awareness terhadap seluruh sarana operasi pada seluruh satuan kerja di lingkungan DJBC, Bea Cukai mengadakan Monitoring dan Evaluasi Sarana Operasi di Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY pada Selasa, 24 Mei 2022 yang diikuti oleh seluruh pengelola sarana operasi di lingkungan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Umum Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Nashrul Fatah menyampaikan bahwa seluruh aset yang dimiliki oleh satker harus dimonitoring secara terus menerus guna memastikan seluruh aset tersebut masih berjalan baik sesuai fungsinya.

“Pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini tentu dibutuhkan untuk merekonsiliasi data kantor pusat dengan ketersediaan sarana operasi yang ada di lapangan. Hal ini diharapkan dapat menjadikan tata kelola sarana operasi menjadi lebih baik untuk melaksanakan kegiatan berjalan dengan baik pula,” ujar Nashrul.

Sementara itu Kepala Seksi Perencanaan Sarana Operasi, Leonardo Samosir menyampaikan bahwa dalam pengelolaan dan perawatan sarana operasi yang ada, diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni dalam pengelolaannya.

“Sehingga dalam kesempatan ini, tidak hanya memonitoring kondisi sarana operasi yang ada di lapangan tetapi juga upaya untuk meningkatkan kualitas SDM agar memiliki sense of belonging, senantiasa menjaga keamanan dan kebersihan sehingga sarana operasi yang kita miliki bisa life long time dan ter-maintenance dengan kondisi baik,” tutur Leonardo.

Selaras dengan Leonardo, Muhamad Irwan selaku narasumber menyampaikan bahwa pemahaman aplikasi Customs Inteligence Targeting and Analyzing Center (CITAC) oleh pengelola sarana operasi juga sangat diperlukan. Hal ini dimaksudkan agar updating data sarana operasi yang ada di satker  dapat dilakukan dengan lebih mudah dan up to date.

Selain pemahaman tentang aplikasi CITAC, hal-hal lain yang perlu ditingkatkan dalam pengelolaan sarana operasi adalah pelaporan terkait pengoperasian, pemeliharaan, dan monitoring sarana operasi berupa kapal patroli, alat telekomunikasi, senjata api, serta alat pemindai dan pendeteksi.

“Pelaporan dan rekapitulasi yang rutin dari setiap satker tentunya memudahkan kita semua dalam memonitoring ketersediaan dan kondisi terkini sarana operasi yang tersedia. Sehingga pemeliharaan yang dilakukan akan lebih maksimal dengan merujuk pada kondisi sarana operasi yang dilaporkan,” ujar Irwan.

Comment here