Penerimaan

Terus Lanjutkan Tren Positif, Capaian Penerimaan BC Jateng DIY Tembus 50%

Sinergi Turunkan Rokok Ilegal, Bea Cukai dan Pemda se-Jawa Tengah Gelar Rakor di Jepara

Semarang (09/6/2022) – Bea Cukai Jateng DIY kembali teruskan tren positif capaian penerimaan Negara di Bulan Mei 2022. Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Kinerja Organisasi (DKO) pada Kamis, 09 Juni 2022 yang di pimpin oleh Plh Kepala Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Rudy Rahmaddi. Dalam rapat tersebut Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusydi mengatakan, realisasi penerimaan Bea Cukai Jateng DIY s.d 31 Mei 2022 mencapai Rp25,12 Triliun atau 53,25% dari target tahunan yang dibebankan sebesar Rp47,15 Triliun.

“Realisasi tersebut telah mencapai target trajectory sebesar 41,51% dan tumbuh 50,11% yoy atau sebesar Rp8,4 Triliun” ujar Nur Rusydi. Ditambahkan juga bahwa penerimaan sebesar Rp25,12 Triliun terdiri dari bea masuk sebesar Rp798,63 Miliar, bea keluar sebesar Rp32,15 Miliar, dan cukai sebesar Rp28,28 Triliun.

Pada penerimaan bea masuk sampai dengan Mei 2022 masih tumbuh positif sebesar 13,51% yoy. Namun jika dibanding dengan April 2022 terjadi penurunan sebesar 23,76% atau Rp41,31 Miliar yang dipengaruhi oleh penurunan impor beberapa komoditi seperti Raw Sugar dan penurunan nilai Bea Masuk dari dokumen SPTNP dan dokumen BC 25.

Sementara itu penerimaan Bea Keluar bulan Mei 2022 sebesar Rp 3,71 Miliar terjadi penurunan dibanding bulan April 2022 sebesar 57,66% atau Rp 2,14 Miliar. Penurunan ini sebagai akibat dari tidak adanya realisasi ekspor produk turunan CPO. Secara akumulatif sampai dengan Mei 2022 penerimaan Bea Keluar masih mengalami kenaikan sebesar 57,25% yoy atau Rp 11,71 Miliar.

Penerimaan cukai mengalami kenaikan sebesar 51,71% yoy atau Rp 8,28 Triliun. Kenaikan tersebut didorong oleh pelunasan CK-1 Kredit tahun 2021 dan adanya pelunasan CK1 Kredit bulan Maret yang tinggi akibat Buffer Stock.Current issue yang dibahas terkait dampak banjir rob yang terjadi di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas dan Kawasan Industri Lamicitra yang berkaitan dengan arus lalu lintas barang impor dan ekspor serta proses bisnis pada Kawasan Berikat yang terdampak. Perlu dilakukan mitigasi resiko sesegera mungkin agar dampak tersebut dapat segera ditangani.

Comment here