Fasilitas

Bea Cukai Jateng DIY Gelar Sosialisasi “UMKM Bisa Ekspor”

Semarang (21/06) – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan penggerak perekonomian negara, UMKM telah menyerap banyak tenaga kerja dan berhasil berkontribusi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 61,87% dari total PDB nasional.

Guna mendukung UMKM untuk naik kelas, Bea Cukai secara serentak se-Indonesia melaksanakan kegiatan sosialisasi UMKM Week pada 20 s.d. 22 Juni 2022. Tak terkecuali Kanwil Bea Cukai Jateng DIY juga melaksanakan kegiatan sosialisasi UMKM Week pada Selasa, 21 Juni 2022 bekerja sama dengan Bea Cukai Tanjung Emas dan Bea Cukai Semarang.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan secara hybrid di aula Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan melalui zoom meeting video conference. Acara ini diikuti oleh pelaku UMKM di wilayah Semarang, Demak, Grobogan, dan Kendal dan sekitarnya.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Nur Rusydi menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan khususnya Bea Cukai turut memberikan dukungan penuh terhadap UMKM. “Berbagai dukungan diberikan oleh Bea Cukai kepada UMKM salah satunya adalah pemberian fasilitas baik fiskal maupun non-fiskal kepada para pelaku usaha” tuturnya.

Nur Rusydi menjelaskan bahwa fasilitas fiskal yang bisa didapat oleh pelaku UMKM adalah Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM). Selain itu fasilitas non-fiskal yang dimaksud adalah berupa kemudahan secara prosedural seperti klinik ekspor bagi para pelaku UMKM yang ingin melakukan ekspor.

Senada dengan Nur Rusydi, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai II Bea Cukai Tanjung Emas I Ketut Ardika menyampaikan bahwa Bea Cukai siap memberikan asistensi melalui klinik ekspor. “Ekspor itu mudah, misalnya bagi pelaku UMKM yang ingin ekspor dibawah 100 kg, bisa melalui perusahaan jasa titipan, tidak perlu membuat dokumen pemberitahuan ekspor barang secara mandiri untuk Bea Cukai. Kami di Bea Cukai siap memberikan asistensi kepada Bapak/Ibu terkait bagaimana prosedur ekspor” tuturnya.

Sementara itu, Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama Bea Cukai Semarang Nirada Manggala menyampaikan bahwa pelaku UMKM bisa mendapatkan fasilitas berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor apabila pelaku UMKM tersebut membutuhkan bahan baku maupun penolong dalam melaksanakan produksinya. “Bahkan Bapak/Ibu bisa mendapatkan pembebasan untuk impor mesin yang akan digunakan untuk produksi” tuturnya.

Tenaga Ahli FTA Center Semarang Bastian Turidobroto menyampaikan bahwa asistensi dan bimbingan terkait penetapan harga pokok penjualan, penyusunan kontrak penjualan, dan business matching dapat diberikan kepada pelaku UMKM secara gratis.

Kepala Seksi BK Humas Cahya Nugraha selaku Moderator juga menambahkan bahwa atas seluruh pelayanan ekspor tidak dipungut biaya dan pelayanan diberikan selama 24/7 melalui Ceisa Ekspor.

“Pelaku UMKM diberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk melakukan kegiatan ekspor dari hulu ke hilir. Bea Cukai juga terus bersinergi dengan instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta FTA Center sehingga diharapkan UMKM Naik Kelas, Ekonomi Tancap Gas” pungkas Cahya.

Comment here