Transformasi Kelembagaan

Tingkatkan Kompetensi SDM Humas, Bea Cukai Gandeng Sekolah Vokasi UNDIP dan Jawa Pos Radar Semarang

Semarang (29/06) – Guna peningkatan kompetensi pegawai pada unit kehumasan, khususnya dalam mengelola media sosial dan penulisan berita, FGD Kehumasan pada Selasa, 28 Juni 2022 mengundang Dosen Asisten Ahli Sekolah Vokasi UNDIP, Nur Laili Mardhiyani dan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto.

Saat ini media sosial telah menjadi salah satu saluran komunikasi bagi pemerintah kepada masyarakat dan untuk menjalankan fungsinya dalam rangka memberikan layanan publik. Dosen Asisten Ahli Sekolah Vokasi UNDIP Nur Laili Mardhiyani yang akrab disapa Dian menyampaikan bahwa dalam mengelola media sosial bagi instansi pemerintah harus ditentukan tujuan awal penggunaan media sosial tersebut.

“Apakah untuk memberikan edukasi, sebagai saluran layanan informasi, atau untuk menjalin interaksi kedekatan dengan masyarakat, atau hanya formalitas bahwa instansi pemerintah harus bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi” tuturnya.

Dian juga menyampaikan bahwa dalam mengelola media sosial juga perlu diperhatikan siapa audiensnya. “Perlu dilakukan identifikasi audiens seperti berdasarkan demografi, kemudian kenali apa yang diperlukan oleh audiensnya dan mengapa audiens perlu untuk berinteraksi dengan media sosial Bea Cukai. Hal tersebut nantinya akan menentukan media sosial apa saja yang akan digunakan dan mengklasifikasikan konten seperti apa yang akan dipublikasikan untuk masing-masing media sosial sesuai dengan karakteristiknya” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto yang lebih dikenal dengan nama Aro menyampaikan teknis dasar dalam menulis sebuah berita. “Secara teknis menulis berita itu adalah melaporkan peristiwa dengan menyusun unsur atau elemen berita yang terangkum dalam istilah 5W+1H. Keenam unsur berita tersebut lalu disusun dengan mengacu pada format pemberitaan yang dikenal dengan istilah piramida terbalik, yakni mengedepankan unsur terpenting dalam peristiwa” jelasnya.

“Dalam menulis berita ada unsur-unsur yang dinilai penting sehingga harus terdapat dalam sebuah berita, diantaranya peristiwa tersebut harus penting dan memiliki kekuatan, aktual, unik/luar biasa, memiliki asas kedekatan, terdapat ketokohan, memiliki human interest seperti kebahagiaan, kesedihan, terdapat unsur konflik, dan bisa dilihat dari berbagai sudut pandang” pungkasnya.

Comment here