Fasilitas

Mulai 30 Juni 2022, Bea Cukai Indonesia Implementasikan MRA AEO dengan Korea Customs Service

Semarang (30/06) – Melalui KEP-75/BC/2022 yang berlaku mulai 30 Juni 2022, Bea Cukai mengimplementasikan Mutual Recognition Arrangement on Authorized Economic Operator (MRA-AEO) antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Korea Customs Service (KCS). Implementasi ini sebagai bentuk untuk memperkuat kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Korea Selatan.

“MRA-AEO ini merupakan suatu fasilitas timbal balik yang diberikan oleh kedua negara. Fasilitas AEO bertujuan untuk memperlancar arus barang, mengurangi biaya logistik, tanpa mengabaikan keamanan serta kewajiban yang harus dipenuhi”, ujar Amin Tri Sobri, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai saat membuka kegiatan Internalisasi dan Sosialisasi MRA-AEO pada Rabu dan Kamis, 29-30 Juni 2022.

Kepala Subdirektorat Registrasi Kepabeanan Program Prioritas dan AEO Weko Loekitardjo menyebutkan bahwa AEO merupakan fasilitas prosedural yang diberikan Bea Cukai kepada para pelaku ekonomi termasuk importir, eksportir, forwarding, dan lain-lain. Setelah mengalami proses perundingan dan negosiasi yang cukup panjang, mulai 30 Juni 2022 berlaku implementasi secara penuh MRA on AEO antara Indonesia dan Korea Selatan.

“Dengan berlakunya KEP-75/BC/2022 diatur mengenai penerapan secara penuh klausul-klausul pada MRA-AEO DJBC-KCS, pemberian fasilitas perdagangan berupa percepatan proses customs clearance, dan penetapan tugas dan fungsi unit-unit terkait”, ujarnya.

Kemudian Tagara Primadista, Pemeriksa Bea Cukai Pertama Direktorat IKC menyampaikan bagaiamana cara memanfaatkan fasilitas perdagangan dari MRA-AEO ini. “Dalam pengisian dokumen Pemberitahuan Impor Barang baik melalui Modul PIB maupun Portal CEISA 4.0, perlu diperhatikan pengisian kode dokumen yaitu 451, nomor kode identifikasi AEO yang telah diterima dari pemasok di negara Korea, dan pengisian nomor dan tanggal otorisasi yang telah diterima dari pemasok di negara Korea”, tuturnya.

Comment here