Pengawasan

Bea Cukai Jateng DIY Gagalkan Pengiriman 919 Ribu Batang Rokok Ilegal Jalur Distribusi Jawa – Sumatera

Bea Cukai Jateng DIY Gagalkan Pengiriman 919 Ribu Batang Rokok Ilegal Jalur Distribusi Jawa – Sumatera

Semarang (5/6) – Bea Cukai Jateng DIY kembali melakukan penindakan terhadap mobil pribadi bermuatan rokok ilegal di jalur distribusi Jawa – Sumatera pada Kamis, 30 Juni 2022. Pada penindakan tersebut telah diamankan sebanyak 919 ribu batang rokok ilegal, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 1,05 Miliar dan potensi kerugian negara berupa cukai, PPN HT, dan pajak rokok senilai Rp702 juta.

“Pada Kamis, 30 Juni 2022 pukul 14.00 WIB kami menerima informasi intelijen bahwa terdapat pengiriman rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang diduga ilegal dimuat menggunakan mobil pribadi melewati wilayah pengawasan Bea Cukai Jateng DIY. Atas informasi tersebut tim melakukan penelusuran dan pengamatan di sepanjang ruas jalan Tol Salatiga-Semarang dan Jalur Nasional Salatiga-Semarang,” ujar Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Tri Utomo Hendro Wibowo.

Tri menjelaskan lebih lanjut bahwa pada pukul 16.30, tim melihat sarana pengangkut dengan ciri-ciri yang sesuai dengan informasi yang diterima melintas di jalan Tol Salatiga-Semarang. “Melihat sarana pengangkut tersebut tim melakukan pengejaran dan berhasil melakukan penghentian sarana pengangkut di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang” lanjut Tri.

 Bea Cukai Jateng DIY Gagalkan Pengiriman 919 Ribu Batang Rokok Ilegal Jalur Distribusi Jawa – Sumatera

“Pada pemeriksaan terhadap mobil kedapatan membawa 919.000 batang rokok jenis SKM berbagai merek tanpa dilekati pita cukai. Selanjutnya mobil beserta sopir (MR) dan (MT) dibawa ke Kantor Bea Cukai Jateng DIY untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Tri.

“Terhadap pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dimana setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” tegas Tri.

Comment here