Pengawasan

Sempat Kejar-Kejaran di Jalan Tol Trans-Jawa, Bea Cukai Jateng DIY Amankan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Aksi Kejar-Kejaran di Jalan Tol Trans-Jawa, Bea Cukai Jateng DIY Amankan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Semarang (8/7) – Kanwil Bea Cukai Jateng DIY berhasil menggagalkan pengiriman rokok ilegal di jalur distribusi Jawa-Sumatera pada Jumat, 8 Juli 2022. Pada penindakan tersebut telah diamankan sebanyak 1,3 juta batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp1,5 Miliar dan potensi kerugian negara berupa cukai, PPN hasil tembakau, dan pajak rokok senilai Rp1 Miliar.

“Jumat, 8 Juli 2022 pukul 00.30 WIB kami mendapatkan informasi intelijen bahwa terdapat pengiriman rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) diduga ilegal menggunakan truk yang akan melewati Semarang,” ungkap Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Tri Utomo Hendro Wibowo.

Atas informasi tersebut petugas melakukan pengamatan dan penelusuran sepanjang ruas tol Semarang-Batang dan Jalur Pantura Semarang-Batang. “Pada pukul 04.00 WIB petugas berhasil menemukan sarana pengangkut dengan ciri-ciri sesuai dengan informasi yang diterima. Selanjutnya petugas melakukan pengejaran dan berhasil melakukan penghentian di Gerbang Tol Muktiharjo, Kota Semarang,” lanjut Tri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat 82 karton rokok jenis SKM merek “OK BOLD” atau sebanyak 1,3 juta batang rokok tanpa dilekati pita cukai. Selanjutnya truk beserta sopir (MA) dan (AS) dibawa ke Kanwil Bea Cukai Jateng DIY untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Aksi Kejar-Kejaran di Jalan Tol Trans-Jawa, Bea Cukai Jateng DIY Amankan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Tri menambahkan bahwa sampai dengan 30 Juni 2022 Kanwil Bea Cukai Jateng DIY telah berhasil mengamankan 33,6 Juta batang rokok ilegal dengan nilai barang mencapai Rp37,45 Miliar dan potensi kerugian negara mencapai  Rp25,5 Miliar.

Tri menegaskan, pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, yaitu setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Kami akan terus mengawasi dan menindak tegas peredaran rokok ilegal, karena selain merugikan keuangan negara, juga berdampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kami menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui adanya indikasi peredaran rokok ilegal untuk jangan ragu melaporkan ke Kantor Bea Cukai terdekat, call center 150225, atau instansi penegak hukum lainnya,” pungkas Tri.

Comment here