Penerimaan

Genjot Penerimaan APBN, Bea Cukai Jateng DIY Setor Rp26,48 Triliun Hingga Pertengahan Tahun 2022

Semarang (11/07/2022) – Hingga pertengahan tahun 2022, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY berhasil meneruskan tren positif penerimaan dengan mengumpulkan Rp26,48 Triliun atau setara dengan 56,17% dari total target penerimaan tahun 2022. 

Hal tersebut diungkapkan dalam rapat Dialog Kinerja Organisasi (DKO) pada Senin, 11 Juli 2022 yang dipimpin oleh Plh Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Rudy Rahmaddi secara hybrid. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusydi juga mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan s.d. 30 Juni 2022 tumbuh 29,56% yoy atau setara dengan Rp6,04 Triliun. 

“Dari sektor penerimaan per-30 Juni 2022 ini semuanya mengalami kenaikan, mulai dari bea masuk, bea keluar, dan juga cukai. Terhitung hingga saat ini untuk realisasi bea masuk sebesar Rp949,76 Miliar, bea keluar sebesar Rp45,66 Miliar, dan cukai sebesar Rp25,49 Triliun. Angka ini terus menambah optimisme kita semua untuk mencapai target hingga akhir tahun,” ucap Nur Rusydi. 

Pada penerimaan bea masuk, hingga Juni 2022 tumbuh sebesar 11,92% yoy atau Rp101,18 Miliar. Kenaikan penerimaan bea masuk ini didukung oleh kenaikan beberapa komiditi salah satunya adalah spare partkendaraan.

Sama halnya dengan penerimaan bea masuk, sektor penerimaan bea keluar juga mengalami pertumbuhan pesat hingga Juni 2022 yaitu sebesar 32,03% yoy atau Rp11,08 Miliar. Pertumbuhan ini selaras dengan dibukanya kembali  ekspor CPO dan produk turunannya. 

Tak hanya itu, penerimaan cukai juga mengalami kenaikan yaitu sebesar 30,32% yoy atau Rp5,93 Triliun hingga Juni 2022. Pertumbuhan penerimaan cukai terus didorong oleh pelunasan CK-1 Kredit 2021 dan kenaikan tarif CHT tahun 2022. 

Pada kesempatan kali ini, selain menghimbau untuk terus memonitor dan meningkatkan sumber penerimaan rutin hingga akhir tahun, Rudy juga meminta kepada jajarannya agar terus memperhatikan kondisi dan kebutuhan para pegawai agar dapat memaksimalkan kinerjanya.

“Kita harus terus menjaga, memelihara, memberdayakan, dan menumbuhkembangkan potensi seluruh pegawai kita. Penyelesaian tugas itu penting, tetapi aspek tumbuh kembang dan pemberdayaan pegawai juga harus diperhatikan untuk mengembangkan karir mereka,” pungkas Rudy.

Comment here