Pengawasan

Bea Cukai Jateng DIY Bersama Forkopimda Jateng Musnahkan 11,3 Juta Batang Rokok Ilegal

Semarang (26/07) – Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah menggelar pemusnahan 11,3 juta batang rokok ilegal pada Selasa, 26 Juli 2022 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Pemusnahan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno dengan didampingi Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Muhamad Purwantoro.

“Rokok ilegal yang dimusnahkan merupakan hasil dari 20 kali penindakan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY di tahun 2021 yang kegiatannya sebagian didanai menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Provinsi Jawa Tengah. Nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp11,54 Miliar dengan potensi penerimaan negara yang seharusnya dibayar sebesar Rp7,58 Miliar” jelas Purwantoro.

Ia menyampaikan bahwa Bea Cukai terus berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum seperti TNI, Polri, Kejaksaan, Organisasi Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya untuk memberantas peredaran rokok ilegal.

Purwantoro juga menyampaikan kinerja penindakan pada periode Januari s.d. Juli 2022. “Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bersama satuan kerja dibawahnya telah melakukan penindakan terhadap rokok ilegal sebanyak 530 kali dengan jumlah rokok ilegal yang disita sebanyak 39,72 juta batang. Total nilai barang hasil penindakan tersebut mencapai Rp44,07 Miliar dan potensi penerimaan negara yang seharusnya dibayar sebesar Rp29,93 Miliar” jelasnya.

Purwantoro menegaskan bahwa terhadap peredaran rokok ilegal dapat dijerat sanksi pidana sesuai Undang-Undang Cukai. Ia mengimbau kepada seluruh pelaku usaha agar menjalankan usaha secara legal. Bea Cukai bersama APH lainnya akan terus berupaya memberantas peredaran rokok ilegal dari hulu hingga hilir.

Senada dengan Purwantoro, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan bahwa adanya pungutan negara berupa cukai adalah bentuk pengendalian terhadap barang yang memiliki karakteristik tertentu. “Karena dampak negatif yang bisa ditimbulkan atas pemakaiannya, sehingga peredaran barang seperti rokok ini perlu dikendalikan” ujarnya.

Sumarno juga mengimbau kepada masyarakat khususnya di Jawa Tengah untuk tidak memproduksi atau memperjualbelikan rokok ilegal. Ia berharap kegiatan ini juga menjadi media sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar paham akan fungsi pungutan cukai.

Comment here