Fasilitas

Dorong PEN, Bea Cukai Jateng DIY Tambah Deretan Penerima Fasilitas Kawasan Berikat

Semarang (02/08) – Bea Cukai Jateng DIY kembali berikan fasilitas Kawasan Berikat untuk PT Universal Fishing Gear Solutions pada Rabu, 27 Juli 2022. Pemberian fasilitas diberikan setelah melakukan pemaparan proses bisnis secara hybrid yang juga dihadiri oleh Bea Cukai Purwokerto dan KPP Madya Jakarta Pluit. Perusahaan yang bergerak di bidang alat pancing ini berlokasi di Kabupaten Purbalingga dan menjadi perusahaan ke-13 yang menerima fasilitas Kawasan Berikat pada tahun 2022.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Amin Tri Sobri menyampaikan bahwa fasilitas kepabeanan yang diberikan kepada pengusaha yaitu penangguhan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor. “Fasilitas ini sangat bermanfaat bagi industri, efisiensi biaya dan waktu akan meningkatkan daya saing produk sehingga secara tidak langsung dengan berkembangnya perusahaan akan memberikan dampak ekonomi seperti penyerapan tenaga kerja dan menjadi penggerak ekonomi sektor riil”, tuturnya.

Selain diatas, Amin menjelaskan bahwa fasilitas yang diterima perusahaan juga berupa kemudahan prosedural. “Dimana perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat dapat melaksanakan pembongkaran barang impor di gudang perusahaan sendiri, tentunya ini akan mempercepat arus barang dan mengurangi biaya timbun di pelabuhan”, jelasnya.

Direktur Utama PT Universal Fishing Gear Solutions, Rivai Susanto mengatakan bahwa dengan adanya fasilitas fiskal ini akan memperlancar proses bisnis perusahaan dan akan menyerap tambahan tenaga kerja sebanyak 200 orang pada tahun 2022 dan 250 orang pada tahun 2023. Perusahaan juga memperkirakan dengan pemberian fasilitas Kawasan Berikat akan menaikkan investasi sebesar 10% dari modal awal 5 miliar rupiah.

Rivai menambahkan bahwa PT Universal Fishing Gear Solution berdiri sejak 17 Juli 2019 dengan jenis hasil produksi berupa piranti pancing berupa Reel dan Rods dengan brand OKUMA. Untuk target rencana kapasitas produksi kedua produk untuk awal tahun pertama sebanyak 240.000 Pcs dengan harapan realisasi mencapai lebih dari 240.000 Pcs. Dengan orientasi pasar penjualan 80 persen ekspor.

Comment here